Berita Viral

Bentrokan Maut 2019 Berujung Tikaman Maut 2026, Nus Kei Tewas di Tangan Keponakan John Kei

Bentrokan maut pada Juni 2019 silam, rupanya melahirkan dendam yang berujung tikaman maut pada 2026.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
PEMBUNUHAN NUS KEI - (kiri) Hendrikus Rahayaan, keponakan John Kei sekaligus pelaku penikaman yang merenggut nyawa Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, pada Minggu (19/4/2026). Penikaman ini dipicu motif balas dendam atas bentrokan maut pada 2019 silam di Bekasi, Jawa Barat. 

"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," ujar Dave. 

Karier Politik Nus Kei

Di bidang politik, Nus Kei diketahui pernah mendapatkan surat tugas dari Partai Golkar untuk mengikuti kontestasi Pilkada di Maluku Tenggara pada 2024. 

"Agrapinus Rumatora sendiri telah mendaftar di Partai Golkar dan sejak empat bulan lalu telah mengantongi surat tugas dari DPP, untuk itu beliau sementara berkoordinasi dan melakukan pendekatan dengan beberapa partai lainnya," ucap perwakilan tim pemenangan Paulus Kameubun, dikutip dari TribunAmbon, Sabtu (18/5/2024).

Kolase Korban Penyerangan, Nus Kei (kiri) dan terduga pelaku penyerangan sekaligus pembacokan, John Kei (kanan). Jelang persidangan, John Kei ungkap kesaksian mencengangkan pada Senin (19/10/2020). (Kolase Youtube/tvOneNews/TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim)
Kolase Korban Penyerangan, Nus Kei (kiri) dan terduga pelaku penyerangan sekaligus pembacokan, John Kei (kanan). Jelang persidangan, John Kei ungkap kesaksian mencengangkan pada Senin (19/10/2020). (Kolase Youtube/tvOneNews/TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim) (Kolase Youtube/tvOneNews/TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim)

Perseteruan Panjang Nus Kei vs John Kei

Sebelum menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei dikenal sebagai salah satu tokoh Maluku yang berdomisili di Jakarta.

Nama Nus Kei memiliki keterkaitan dengan John Kei, yang dikenal sebagai pemimpin kelompok pemuda asal Kei, Maluku, di Jabodetabek. Kelompok ini dikenal di bisnis penagihan utang dan jasa penjagaan lahan kosong di Jakarta. 

Nus Kei merupakan paman kandung dari John Kei. Meski punya hubungan darah antara paman dan keponakan, keduanya terlibat perselisihan besar yang merenggut nyawa.

Bentrokan maut antara geng John Kei vs Nus Kei pernah terjadi di Tangerang pada 2020 dan Bekasi pada 2023.

Pada Juni 2020, anak buah John Kei menyerang kelompok Nus Kei di Duri Kosambi, Cengkareng. Selain itu, mereka merusak rumah Nus Kei di Green Lake City, Tangerang. Satu anak buah Nus Kei tewas dalam insiden tersebut.

Bentrok juga terjadi pada 2023 di Bekasi, yang dipicu dendam lama dan masalah di Maluku Tenggara. Seorang anggota kelompok Nus Kei tewas tertembak di kepala.

Kabar yang beredar, konflik antara John Kei dan Nus Kei bermotif masalah pribadi terkait pembagian hasil penjualan tanah di Maluku. Konflik konon dipicu ketidakpuasan terkait pembagian uang hasil penjualan tanah, yang berlanjut menjadi saling ancam.

Tanah yang menjadi objek permasalahan adalah lahan yang digunakan untuk RSUD Haulussy di Ambon, Maluku.

Cerita Nus Kei, pada 2020 silam, proses penjualan tanah itu sebenarnya sudah selesai, namun uangnya belum dibagikan karena keterlambatan pembayaran dari pemerintah daerah (pemda) di Ambon.

Nus Kei mengaku sudah memberi penjelasan kepada John Kei, bahwa pembayaran harus menunggu proses persetujuan DPRD dan urusan birokrat lainnya, sehingga memintanya agar bersabar.

Setelah John Kei bebas dari penjara karena kasus pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung, Direktur Sanex Stell Mandiri di Swiss-Belhotel, Jakarta tahun 2012, Nus Kei mengaku kerap menerima teror dan ancaman. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved