Berita Viral

ALASAN Jusuf Kalla Usul Cabut Subsidi BBM: Tidak Bisa Tahan Negara Ini, Keuangannya Defisit

Wakil Presiden ke 10 dan ke 12, Jusuf Kalla membantah mendesak pemerintah mencabut subsidi BBM. 

Kompas.com
LAPORKAN RISMON - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla usai membuat laporan polisi di Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026). JK melaporkan Rismon Sianipar atas dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan pendanaan polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.(KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati ) 

Ia menegaskan hanya memberikan usul sebagai warga negara demi menyelamatkan APBN.

"Semua oh Pak JK karena pemerintah memaksa, tidak saya tidak paksa, usul," tegasnya.

"Semua warga negara, Anda pun boleh mengusulkan apa pun ke pemerintah. Pemerintah ini pemerintah kita, apa yang salah kalau kita usulkan naik BBM yang ternyata sekarang naik BBM?" sambungnya.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi anggaran dan mengurangi subsidi untuk menekan utang negara.

Subsidi yang terlalu besar, katanya, justru membuat orang tidak cenderung berhemat dan akhirnya memicu kemacetan serta beban utang yang terus meningkat.

JK juga menekankan bahwa pengguna BBM nonsubsidi adalah masyarakat yang mampu, sehingga efisiensi anggaran harus tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

"Kita minta bahwa, agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga, dan itu dilakukan di banyak negara," katanya.

Ia menambahkan bahwa harga murah justru membuat masyarakat tidak berhemat.

"Kenapa? Karena kalau harga murah seperti sekarang orang tidak cenderung untuk tidak berhemat. Dia akan jalan macet jalan karena murah BBM. Di samping itu subsidi akan meningkat terus. Nah kalau meningkat terus maka utang naik terus," pungkas JK.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-bogor.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved