Berita Viral

HUSAIN ABDULLAH Sebut JK Sudah Lama Menahan Buka Fakta di Balik Karier Jokowi: Sejarah Politik

Jubir Jusuf Kalla, Husain Abdullah membantah Jusuf Kalla marah saat memberi klarifikasi terkait video ceramahnya di UGM. 

TRIBUN MEDAN
PERNYATAAN JK - Wakil Presiden ke 10 dan 12 Muhammad Jusuf Kalla (tengah) didampingi mantan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkum HAM) Hamid Awaluddin (kiri) dan Jubir JK Husain Abdullah (kanan) memberikan pejelasan mengenai potongan Video terkait konflik Poso dan Ambon kepada wartawan saat konferensi pers dikediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). JK menyayangkan prilaku oknum yang menyebarkan Video Ceramahnya pada Kuliah Ramadhan di UGM beberapa waktu lalu terkait konflik Poso dan Ambon dengan memotong beberapa bagian sehingga tidak utuh dan menjadi Fitnah, hal dikhawatirkan dapat membuka luka lama dan berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama. 

TRIBUN-MEDAN.com - Jubir Jusuf Kalla, Husain Abdullah membantah Jusuf Kalla marah saat memberi klarifikasi terkait video ceramahnya di UGM. 

Video ceramah Jusuf Kalla sedang viral media sosial karena diduga menistakan agama Kristen.   

Menurut Husain, nada bicara JK yang terkesan tinggi, baru-baru ini, bukanlah luapan emosi tanpa dasar, melainkan upaya tegas untuk meyakinkan para loyalis Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang kerap membangun narasi seolah JK tidak tahu balas budi setelah menjabat sebagai Wakil Presiden periode 2014-2019.

"Sudah cukup lama Pak JK menahan diri untuk tidak membedah sejarah politik di balik naiknya Pak Jokowi ke panggung nasional, namun kini saatnya fakta-fakta tersebut dibuka secara jernih," katanya kepada Tribunnews.com, Minggu (19/4/2026).

Husain Abdullah, yang akrab disapa Uceng, mengungkapkan, langkah politik JK merupakan kunci pembuka jalan bagi karier nasional Jokowi.

Husain mengungkapkan bagaimana JK secara aktif meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar mau mencalonkan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam.

"Tanpa peran mediasi dan dorongan dari JK di fase krusial tersebut, kemungkinan besar peta perjalanan politik Pak Jokowi akan sangat berbeda. Keberhasilan di ibu kota itulah yang kemudian menjadi batu loncatan utama bagi Jokowi menuju kursi RI-1," ujarnya.

Memasuki Pilpres 2014, peran JK kembali menjadi determinan penting dalam koalisi.

Husain memaparkan fakta bahwa Megawati Soekarnoputri sempat bersikeras tidak akan menandatangani pencalonan Jokowi sebagai presiden jika wakilnya bukan Jusuf Kalla.

Saat itu, Jokowi dianggap sebagai sosok yang memiliki elektabilitas tinggi namun masih minim pengalaman di tingkat nasional untuk bersaing dengan nama besar seperti Prabowo Subianto.

"Maka, posisi JK sebagai pendamping bukan atas permintaan pribadi JK, melainkan permintaan langsung dari Megawati untuk menjaga stabilitas dan melengkapi kepemimpinan Jokowi."

Baca juga: Pelajar SMP di Batangtoru Meninggal setelah Tersambar Petir, Sempat Mandi Hujan

Baca juga: INI ISI SURAT Somasi Untuk Jusuf Kalla Terkait Video Ceramah Diduga Menistakan Agama: 2 x 24 Jam

Pernyataan Jusuf Kalla

Dalam sebuah keterangan pers di kediamannya di Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026) kemarin, Jusuf Kalla mengingatkan kembali peran vitalnya meyakinkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk membawa dan mengusung Jokowi ke Jakarta sebagai Calon Gubernur DKI pada tahun 2012.

Keberhasilan di ibu kota itulah yang menurut JK menjadi batu loncatan Jokowi hingga melenggang ke kursi kepresidenan.

Bahkan saat Pilpres 2014, JK menyebut posisinya sebagai cawapres adalah permintaan langsung dari Megawati untuk mendampingi Jokowi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved