Berita Viral

SOSOK Sampurno, Kepala Desa Pakel Lumajang, Dikeroyok dan Dibacoki Belasan Orang, Tapi Tidak Mempan

Meski diserang secara brutal, ia selamat dan memilih jalur kekeluargaan serta restorative justice untuk menyelesaikan kasusnya.

Editor: AbdiTumanggor
Tribun Medan Kolase/Angel aginta sembiring
KADES LUMAJANG DIKEROYOK: (kiri) Detik-detik Kades di Lumajang, Sampurno dikeroyok dan dibacok menggunakan senjata tajam oleh 15 orang di rumahnya pada Rabu (15/4/2026) siang dan (kanan) kondisi terkini pak Kades 

- Pesan moral: Ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan menganggap insiden ini sebagai pelajaran berharga dalam kepemimpinan desa

Citra Sosial

- Dekat dengan warga: Sampurno dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk pengajian serta salawat bersama.

- Pemimpin yang mengedepankan perdamaian: Sikapnya yang memilih restorative justice menunjukkan komitmen pada nilai kekeluargaan dan harmoni sosial.

- Sampurno bukan hanya seorang kepala desa, tetapi juga figur yang mencerminkan kepemimpinan berbasis nilai kekeluargaan, religiusitas, dan perdamaian.

- Meski menghadapi ancaman serius, ia tetap menampilkan sikap bijak dengan mengutamakan penyelesaian damai, sehingga memperkuat citranya sebagai pemimpin desa yang mengayomi masyarakat.

Baca juga: KADES Lumajang Kebal Saat Dibacok dan Dikeroyok 15 Orang, Bantah Sakti, Ajak Pelaku Sholawat Bareng

KADES DIKEROYOK: Kades di Lumajang, Sampurno dikeroyok dan dibacok menggunakan senjata tajam oleh 15 orang di rumahnya pada Rabu (15/4/2026) siang.
KADES DIKEROYOK: Kades di Lumajang, Sampurno dikeroyok dan dibacok menggunakan senjata tajam oleh 15 orang di rumahnya pada Rabu (15/4/2026) siang. (Kompas.com/MIFTAHUL HUDA)

Sosoknya Makin Dikenal

Sosoknya pun kian terkenal, karena petinggi desa ini masih tegap berdiri usai diserang gerombolan warga. Bahkan, netizen menyebutnya sebagai orang sakti.

Sampurno mengungkapan hal itu bermula ketika mengajak istri dan cucu mendatangi kediaman Dani untuk meminjam uang. Sebab yang bersangkutan sempat bilang punya duit yang bisa di utang.

"Saya bawa sertifikat lima, bawa duren. Sampai disana bilang sakit, wes balik. Malu kami, kalau bilang tidak ada tidak akan kesana ya. Ditelpon tidak di angkat di WA tidak dibales, kurang ajar," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Secara tidak sengaja ketemu mereka bertemu di lokasi pengajian di Kecamatan Ranuyoso Lumajang pada 14 April 2026. Sampurno mengaku langsung memarahi Dani. "Tak marahi dia agar tidak selalu menghina orang kecil. Sering itu menyepelekan orang kecil," katanya.

Setelah itu, Sampurno mengungkapkan pengusaha tebu tersebut menyuruh 15 orang untuk membunuhnya, karena tidak terima saat diomeli di lokasi pengajian. "Tidak terima akhirnya menyuruh 15 orang untuk bunuh saya," kata dia.

Sampurno ingat betul ketika gerombolan orang datang menggunakan dua mobil di rumahnya.

Kata dia, mereka tiba sambil membawa senjata tajam. "Sadis, saya diam dibacoki. Saya sendiri dua orang di rumah takut. Semua bawa Sajam, kepruk endas (kepala), dari samping depan dan belakang," ungkapnya.

Sampurno membantah disebut sakti, dia menilai dirinya hanya manusia biasa.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved