Berita Viral

Iran Merasa Bingung Trump Berubah-ubah Perkataannya: Banyak Nge-Tweet, Banyak Bicara

Iran bingung dengan Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah hingga sebut banyak ngomong dan kebanyakan nge-tweet

Istimewa
DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). Kini, Iran menyebut Donald Trump banyak omong dan kebanyaka nge-tweet. (WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE) 

Ia menegaskan, Iran justru berupaya menjaga jalur tersebut tetap aman bagi kapal komersial.

"Amerika tidak dapat memaksakan kehendak mereka untuk mengepung Iran sementara Iran, dengan niat baik, berusaha memfasilitasi jalur aman melalui Selat Hormuz," ujarnya.

Menurut dia, Iran sudah berinisiatif membuka jalur aman bagi kapal dagang di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata Israel-Lebanon, disertai syarat adanya koordinasi dengan otoritas maritim Iran.

Namun, Khatibzadeh menuding AS-lah yang berupaya menggagalkan langkah tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan dapat menimbulkan konsekuensi.

"Jika ketentuan gencatan senjata dilanggar dan Amerika tidak menghormati komitmen, akan ada konsekuensi bagi mereka," ancam dia.

Baca juga: DAFTAR Lengkap Nama-nama Kapolsek di Langkat yang Baru Diganti Kapolda Sumut April 2026

TERBARU Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Tuding AS Melanggar Janji Negosiasi

Disisi lain sebelumnya diberitakan Komando militer gabungan Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Sabtu (18/4/2026) menutup kembali Selat Hormuz, dengan alasan Amerika Serikat (AS) melanggar janji negosiasi.

Penutupan ini dilakukan setelah jalur vital pengiriman minyak itu sempat dibuka oleh Iran, dalam rangka negosiasi dengan AS. 

Siaran stasiun televisi Pemerintah Iran yang dikutip AFP menyebutkan, Washington tetap melanjutkan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran

“Situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat,” demikian isi pernyataan tersebut, dikutip dari Al Jazeera. 

Komando militer IRGC juga menegaskan, kendali atas Selat Hormuz kini kembali ke keadaan semula. 

Menurut stasiun tv negara Iran IRIB, AS terus melakukan tindakan ilegal di Selat Hormuz, menuding Washington menjalankan pembajakan dan pencurian dengan kedok blokade. 

“Jalur air strategis ini sekarang berada di bawah pengelolaan dan pengawasan ketat oleh angkatan bersenjata,” lanjut kata IRGC.

“Status Selat Hormuz tetap dikendalikan secara ketat dan dalam kondisi semula, sampai Amerika Serikat memulihkan kebebasan navigasi bagi kapal-kapal. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved