Breaking News

Berita Viral

Iran Merasa Bingung Trump Berubah-ubah Perkataannya: Banyak Nge-Tweet, Banyak Bicara

Iran bingung dengan Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah hingga sebut banyak ngomong dan kebanyakan nge-tweet

Istimewa
DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). Kini, Iran menyebut Donald Trump banyak omong dan kebanyaka nge-tweet. (WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE) 

TRIBUN-MEDAN.COMIran bingung dengan Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah.

Iran juga menyebut Donald Trump banyak omong dan kebanyakan nge-tweet.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada Sabtu (18/4/2026), saat berbicara kepada awak media di sela-sela Forum Diplomatik Antalya di Turkiye.

 "Dia mengatakan hal-hal kontradiktif dalam pernyataan yang sama," kata Khatibzadeh, menanggapi pernyataan Trump soal ancaman aksi militer baru terhadap Teheran.

"Saya tidak tahu persis apa yang dia maksud," lanjut dia, dikutip dari Al Jazeera.

Baca juga: 2 Bulan Jelang Pensiun, Kadis ESDM Aris Mukiyono Ditangkap Jadi Tersangka Pungli Izin Tambang

Khatibzadeh juga menilai presiden ke-45 dan 47 AS itu terlalu banyak berbicara, termasuk melalui media sosial.

"Pihak Amerika banyak nge-tweet di Twitter, banyak bicara. Terkadang membingungkan, terkadang, Anda tahu, kontradiktif," lanjutnya, dikutip dari AFP via Kompas.com.

Ia menambahkan bahwa publik Amerika dapat menilai sendiri apakah perkataan-perkataan Trump sesuai hukum internasional. "

Terserah rakyat Amerika untuk memutuskan apakah pernyataan-pernyataan ini konsisten dan sesuai dengan hukum internasional," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Khatibzadeh menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan konflik bersenjata.

Ia menyebut perang tidak akan membawa hasil positif bagi pihak mana pun, tetapi Iran tetap siap membela diri jika diserang.

"Kami akan berjuang sampai prajurit Iran terakhir," tegasnya.

Baca juga: KADES Lumajang Kebal Saat Dibacok dan Dikeroyok 15 Orang, Bantah Sakti, Ajak Pelaku Sholawat Bareng

Ia juga memastikan bahwa sikap Iran terhadap tekanan dari Washington tidak berubah.

"Apa yang akan kami lakukan sudah cukup jelas. Kami akan membela (negara) secara heroik dan patriotik ... Sebagai peradaban tertua di Bumi," kata Khatibzadeh.

Wamenlu Iran itu turut menanggapi tuduhan AS yang menuding Teheran mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved