Berita Viral

Andrie Yunus dan KontraS tak Percaya Peradilan Militer,tak Akan Hadiri Sidang,Dugaan Pelaku 16 Orang

Motif dendam pribadi di balik kasus penyerangan penyiraman air kerasterhadap aktivis Andrie Yunus dinilai janggal

Editor: Salomo Tarigan
Kompas.com
ANDRIE YUNUS - Aktivis Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus saat ditemui di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). 

Ia menjelaskan, hingga saat ini pengadilan belum menunjuk majelis hakim karena masih melakukan penelitian berkas perkara. 

"Kalau sudah register, saya akan menetapkan hakim. Jadi penetapan hakim dan seluruhnya hakim karier, yakni hakim militer, bukan hakim ad hoc," kata Fredy. 

Siap untuk Disidangkan

Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah memastikan, penanganan proses hukum kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, akan berlangsung secara terbuka melalui pengadilan militer.

Ia mengungkapkan, berkas perkara telah dilimpahkan ke pengadilan militer dan siap untuk disidangkan.

“Betul ya. Itu memang ke pengadilan militer," kata Aulia saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (16/4/2026)

Aulia menegaskan bahwa jumlah tersangka dalam kasus ini tidak berubah, yakni empat orang, sesuai hasil penyelidikan sebelumnya.

“Empat orang, masih tetap empat orang seperti yang saya sudah jelaskan sebelumnya pada saat kemarin di presskon ya di puspen juga pada saat saya rilis ya," ucap Aulia

Meski sempat muncul spekulasi mengenai kemungkinan keterlibatan pihak lain, TNI tetap berpegang pada hasil penyelidikan resmi.

“Kita tetap tersangkanya sesuai dengan hasil penyelidikan yang dilakukan empat orang," ujar Aulia.

Aulia menekankan bahwa persidangan akan dilakukan secara terbuka dan dapat diakses publik, termasuk oleh media, sebagai bentuk akuntabilitas institusi.

“Iya, nanti kita bisa lihat sidangnya akan secara profesional kita juga akan terbuka sampaikan, nanti teman-teman media bisa langsung hadir," ucapnya.

Identitas Tersangka tak Diungkap

Mayjen Aulia juga menyebutkan bahwa identitas para tersangka yang belum dipublikasikan akan terungkap dalam proses persidangan.

“Saya pikir nanti akan terlihat Di sidang kan akan juga dihadirkan. Dan ini akan dilakukan, sekali lagi akan terbuka dan kita profesional," katanya.

Dugaan 16 Orang Terlibat 

Sebelumnya Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap temuan investigasi dugaan 16 orang terlibat dalam kasus penyerangan lewat air keras tersebut.

ANDRIE YUNUS - Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus saat ditemui di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).
ANDRIE YUNUS - Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus saat ditemui di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). (KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Terkait temuannya, TAUD mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta pada Rabu (8/4/2026).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved