Berita Viral
GURU SMP di Siak Terancam 5 Tahun Penjara Imbas Muridnya Tewas Karena Senjata Rakitan Saat Ujian
Guru SMP di Siak terancam 5 tahun penjara imbas muridnya tewas karena senjata rakitan saat ujian praktik
TRIBUN-MEDAN.COM - Guru SMP di Siak terancam 5 tahun penjara imbas muridnya tewas karena senjata rakitan saat ujian praktik.
Imbas tewasnya seorang murid kelas 9 berinisial MAA (15) setelah terkena ledakan senjata rakitan, kini sang guru terancam 5 tahun penjara.
Sebelumnya MAA tewas setelah terkena ledakan senjata rakitan 3D-Printed saat ujian praktik den sekolah.
Peristiwa tewasnya seorang siswa ini menjadi pengingat, bahwa keselamatan dalam pembelajaran belum sepenuhnya menjadi prioritas utama.
Sejumlah guru dan kepala sekolah pun diperiksa dan kini polisi menetapkan satu orang tersangka.
Guru berinisial IP tersebut ditetapkan jadi tersangka dan dijerat dengan Pasal 474 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, terkait kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain dengan ancaman 5 tahun penjara.
"Ancaman pidananya maksimal lima tahun penjara atau denda kategori V," kata Kapolres siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar.
Ia menuturkan IP jadi tersangka setelah diduga lalai hingga menyebabkan tewasnya seorang murid.
"Berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang kami kumpulkan, kami telah menetapkan saudari IP sebagai tersangka karena diduga lalai sehingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain," lanjutnya.
Baca juga: Kelakuan Pejabat Pemkab Pati Viral Usai Bupatinya Kena OTT, Asyik Main Hp Saat Sosialisasi KPK
Dari keterangan yang ia peroleh, tersangka memahami bahwa alat yang digunakan oleh korban berpotensi menimbulkan bahaya, namun uji coba alat tersebut diizinkan tanpa adanya pengamanan yang memadai.
"Dari keterangan saksi, tersangka sudah mengetahui bahwa hasil karya sains tersebut merupakan alat yang dapat menimbulkan ledakan,"
"Bahkan bahan dan cara kerjanya telah dipaparkan oleh korban. Namun praktik tetap diizinkan," kata Ade Irsyam, dikutip dari TribunPekanbaru.com.
Ade Irsyam menegaskan, pihaknya akan menuntaskan kasus ini secara objektif.
Ia juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan.
"Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini secara objektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SENAPAN-RAKITAN-Seora-b-murid-kelas-9-berinisial-MAA-15-setelah-terkena-ledakan-senjata.jpg)