Berita Viral
Kelakuan Pejabat Pemkab Pati Viral Usai Bupatinya Kena OTT, Asyik Main Hp Saat Sosialisasi KPK
Kelakuan pejabat Pemkab Pati asyik main Hp saat sosialisasi KPK viral usai bupatinya kena OTT
TRIBUN-MEDAN.COM - Kelakuan pejabat Pemkab Pati yang asyik main Hp viral usai bupatinya kena OTT.
Kelakuan para pejabat Pemkan Pati Jateng viral dan menuai kecaman luas dari masyarakat.
Dimana para pejabat tersebut kedapatan asyik main HP saat sosialisasi KPK.
Di hadapan Satgas Pencegahan KPK yang hadir khusus untuk menutup celah rasuah di Pendapa Kabupaten, Rabu (15/4/2026), para abdi negara ini tertangkap kamera asyik bermain ponsel, mengantuk, hingga berbincang sendiri.
Sorotan tajam itupun sontak muncul setelah video yang diunggah konten kreator Eko Kuswanto viral di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak sejumlah pejabat berbincang sendiri, memainkan ponsel, hingga menunjukkan gestur tidak memperhatikan jalannya sosialisasi.
"Delok dewe kelakoane (lihat sendiri kelakukan) pejabat di Pemkab Pati.
Sosialisasi pencegahan korupsi kok KPK enek sing dolanan hp, jagongan dewe, ngantuk, astaghfirullah," tulisnya di medsos sosial siang ini.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyayangkan para anak buahnya yang sibuk pada urusan sendiri. Mereka asyik bermain ponsel dan ngobrol satu sama lain.
Dalam sosialisasi tersebut, Chandra sangat serius menyimak pemaparan dari KPK.
Pasalnya, sosialisasi tersebut sangat penting agar pelaksanaan kinerja di lingkungan Pemkab Pati bersih dan transparan.
Baca juga: Pegawai Dinkes Deli Serdang Berani Laporkan Bupati ke BKN, Berikut Profilnya
"Ini sangat penting, kami kumpulkan semua OPD, semua pejabat, bahkan saya dari awal dan akhir menyimak benar-benar supaya kejadian kemarin tidak terulang lagi."
"Kita sangat tegas, sebagai pejabat tidak hanya diawasi tapi masyarakat juga mengawasi," ucapnya saat ditanya oleh awak media.
Ia memperingatkan para pejabat agar lebih berhati-hati bertindak menjalankan tugas dan fungsinya.
Apalagi masyarakat bisa menilai kinerja pejabat publik di era yang sudah sangat terbuka.
Sebelumnya diberitakan Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (19/7/2026).
Setelah diperiksa intensif di Polres Kudus, Bupati Sudewo digelandang ke Gedung KPK di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Pusat, Selasa (20/7/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, OTT terhadap politikus Partai Gerindra tersebut berkaitan dengan praktik suap pengisian jabatan perangkat desa.
Transaksi suap tersebut diduga melibatkan sejumlah pihak demi menduduki posisi strategis di struktur pemerintahan desa.
"(Dugaan suap) terkait pengisian kaur (kepala urusan), kasi (kepala seksi), ataupun sekdes (sekretaris desa)," kata Budi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Budi mengatakan, dalam OTT KPK tersebut, penyidik menyita barang bukti berupa uang tunai miliaran rupiah.
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk rupiah senilai miliaran rupiah," ujarnya.
Baca juga: DEWAS KPK Resmi Usut Pengalihan Penahanan Gus Yaqut, Pimpinan KPK Jadi Terlapor
Kendati demikian, Budi belum mengungkap jumlah uang yang penyidik sita.
Menurut Budi, selain Sudewo, camat hingga kepala desa (kades) juga turut ditangkap dalam OTT KPK di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
"Satu bupati, dua camat, tiga kepala desa, serta dua calon perangkat desa," katanya.
Mereka terjaring OTT atas kasus dugaan pengisian jabatan di lingkungan pemerintah desa.
"Jadi setiap jabatan itu ada nilainya juga, nilainya yang dipatok," tukas Budi.
Baca juga: Profil Thomas Ramdhan, Bassist Band GIGI yang Juga Penulis Lagu Batal Hengkang
*/TRIBUN-MEDAN.COM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PEJABAT-MAIN-HP-Kolase-Bupati-Pati-Sudewo-dan-Pejabat-di-Kabupaten-Pati.jpg)