Berita Nasional

MENTERI Haji dan Umrah Dicecar Usai Heboh Wacanakan War Ticket Naik Haji Mirip Tiket Konser

Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan dicecar usai heboh wacanakan war ticket naik Haji yang mirip dengan pembelian tiket konser

Pinterest/mariachi
IBADAH HAJI- Ilustrasi umat muslim saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, Mekkah. Kini tengah heboh wacana soal war ticket Haji yang diusulkan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf . 

TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan dicecar usai heboh wacanakan war ticket naik Haji.

Adapun Gus Irfan dicecar setelah heboh wacana tentang war ticket naik Haji yang mirip dengan pembelian tiket konser.

War ticket naik haji adalah wacana skema baru penyelenggaraan haji yang diusulkan Kemenhaj untuk mengatasi antrean panjang.

War ticket menerapkan sistem jamaah yang cepat melunasi biaya (setor penuh) bisa langsung berangkat pada tahun yang sama tanpa menunggu antrean bertahun-tahun.

Sistem ini menggunakan mekanisme first-come-first-served atau "siapa cepat, dia dapat", mirip dengan pembelian tiket konser, bertujuan mengurai antrean dan memaksimalkan kuota yang terbatas.

Baca juga: Buntut Siswa SMP Tewas Akibat Ledakan Senapan Saat Praktik Sains, Guru IP Ditetapkan Tersangka


Namun war ticket hanya berlaku jika aa tambahan kuota haji dari pemerintah Arab Saudi, di luar kuota reguler tahunan yang diberikan kepada Indonesia.

Gus Irfan mengakui wacana dan istilah war ticket berasal dari dirinya. Saat ini war ticket masih dalam tahap pembahasan internal Kemenhaj, namun belum menjadi kebijakan resmi.

“Ini yang sempat ramai ini saya akui war tiket, war tiket ini memang wacana yang sedang kita bahas di Kementerian Haji,” kata Irfan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

K.H. Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan Yusuf
K.H. Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan Yusuf (NU Online)

Gus Irfan juga secara terbuka menyatakan bertanggung jawab atas munculnya istilah 'war tiket' ke publik.

"Dan kalau kita tanya siapa yang bertanggung jawab, saya adalah orang yang pertama melontarkan istilah war tiket ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Irfan menyebut jika wacana 'war tiket' tersebut bisa dianggap terlalu dini, maka pihaknya akan menunda pembahasan lebih lanjut dan fokus pada penyelenggaraan haji yang sudah dekat.

“Kalau itu dianggap sebagai terlalu prematur ya akan kita tutup dulu sampai hari ini, sambil kita menyelesaikan haji kita yang sudah di depan mata,” tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mewacanakan skema baru pemberangkatan haji.

Diharapkan skema baru ini tidak lagi memakai sistem antrean hingga panjang.

Salah satu skema yang diwacanakan adalah sistem 'war tiket' seperti pembelian tiket konser.

Baca juga: Nasib Maling Nekat Lompat ke Sumur Saat Dikejar Warga Sampai Berakhir Dievakuasi Damkar

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved