Berita Viral

SOSOK Mora Sandhy Purwandono Anggota DPRD Dipolisikan Kasus Gelapkan Uang Nasabah, Kini Kabur

Anggota DPRD Kendal, Mora Sandhy Purwandono menghilang setelah dikejar-kejar nasabahnya. 

TRIBUN MEDAN
Anggota DPRD Kendal, Mora Sandhy Purwandono menghilang setelah dikejar-kejar nasabahnya.  

TRIBUN-MEDAN.com - Anggota DPRD Kendal, Mora Sandhy Purwandono menghilang setelah dikejar-kejar nasabahnya. 

Mora merupakan bendahara sekaligus manajer di koperasi itu dan diduga membawa kabur uang nasabah. 

Mora sudah tidak kelihatan selama 15 hari. 

Politikus Golkar ini sudah tidak kelihatan di kantor DPRD Kendal atau pun di rumah. 

Hal itu terkait dugaan penyimpangan dana ditaksir hingga Rp 20 miliar di Koperasi Bhakti Makmur Jaya (BMJ), Boja, Kabupaten Kendal,

Ketua koperasi, Juhara Sulaeman, resmi melaporkan Mora Sandhy Purwandono ke Polda Jawa Tengah yang menjabar sebagai bendahara koperasi.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen koperasi serta polemik dana nasabah yang tak kunjung cair. 

Laporan resmi telah diterima kepolisian pada 1 April 2026 dengan nomor LP/B/71/IV/2026/SPKT/Polda Jateng.

Kasus itu mencuat setelah puluhan nasabah mendatangi kantor koperasi di Jalan Sapen, Desa Boja, menuntut pencairan dana simpanan hari raya yang tak kunjung dibayarkan meski Lebaran telah berlalu. 

Baca juga: REY Bantah Tipu Intan, Sebut Istrinya Sudah Tahu Identitas Wanita dari Dulu: Tak Janji Mobil Mewah

Baca juga: AKHIRNYA ASN Perawat yang Sepele Bikin Bayi Nyaris Tertukar Diberhentikan Sementara, Publik Geram

Nilai dana yang diduga tertahan disebut mencapai puluhan miliar rupiah.

Tak hanya itu, sebelumnya massa juga sempat mendatangi rumah Mora Sandhy di Desa Ngabean. 

Namun, yang bersangkutan diduga telah meninggalkan rumahnya selama sekitar 15 hari tanpa kabar.

Kuasa hukum pelapor, Abdullah Zaini, menegaskan bahwa kliennya tidak mengetahui secara detail pengelolaan keuangan koperasi selama bertahun-tahun.

“Selama hampir sembilan tahun, klien kami hanya diposisikan layaknya ‘boneka’, tanpa mengetahui secara jelas alur dan sirkulasi keuangan di koperasi tersebut,” kata dia, Jumat (10/4/2026).

Menurut dia, kondisi mulai terungkap saat momentum hari raya, ketika para nasabah tidak dapat mencairkan dana mereka.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved