Berita Viral
Iran Klaim Tembak Jatuh 2 Heli Black Hawk dan Satu Pesawat C-130, AS Ngaku Hancurkan Pesawat Sendiri
Operasi Penyelamatan F-15E di Iran: Antara Risiko, Kehilangan Alutsista, dan Perang Narasi
TRIBUN-MEDAN.COM - Operasi militer Amerika Serikat di wilayah Iran pada akhir pekan ini menjadi sorotan internasional setelah berakhir dengan hancurnya sejumlah alutsista canggih.
Misi yang bertujuan menyelamatkan kru jet tempur F-15E Strike Eagle itu memperlihatkan betapa besar risiko yang diambil militer AS ketika harus menjemput personelnya di jantung wilayah musuh.
Analisis citra satelit dan laporan lapangan menunjukkan bahwa setidaknya dua pesawat angkut MC-130J Commando II dan dua helikopter operasional hancur di sebuah landasan pacu darurat di selatan Isfahan.
Lokasi tersebut dilaporkan berfungsi sebagai titik pengisian bahan bakar dan persenjataan garis depan selama misi berlangsung.
Di antara puing-puing yang hangus, teridentifikasi reruntuhan helikopter jenis MH-6 atau AH-6 "Little Birds" dari Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160, yang dikenal dengan julukan Night Stalkers.
Helikopter kecil namun mematikan ini biasanya digunakan untuk dukungan udara jarak dekat bagi pasukan khusus di darat.
Klaim Berbeda: AS vs Iran
Menurut laporan Reuters, militer AS terpaksa menghancurkan pesawat mereka sendiri karena armada tersebut tidak mampu lepas landas saat evakuasi.
Langkah ini disebut sebagai prosedur standar untuk mencegah teknologi sensitif, sistem komunikasi terenkripsi, dan sensor canggih jatuh ke tangan musuh.
Namun, otoritas militer Iran menyampaikan narasi berbeda. Komando Pusat Angkatan Bersenjata Iran mengklaim bahwa pesawat-pesawat tersebut hancur akibat serangan langsung pasukan mereka.
Iran bahkan menyebut telah menembak jatuh dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut C-130.
Selain itu, mereka mengklaim berhasil melumpuhkan dua drone, yakni Hermes-900 milik Israel dan MQ-9 Reaper milik AS.
Risiko Taktis di Jantung Iran
Analisis geolokasi menunjukkan bahwa lokasi pendaratan darurat tim penyelamat berada sekitar 320 km dari garis pantai Iran.
Jarak yang sangat jauh ke dalam daratan ini memperlihatkan betapa berisikonya misi tersebut secara taktis.
| Pertarungan Narasi AS-Iran: Antara Klaim Kemenangan dan Kegagalan |
|
|---|
| HEBOH Pemalak Brutal di Purwakarta Keroyok Ayah Pengantin hingga Tewas di Lokasi Pesta Pernikahan |
|
|---|
| DULU Debat Soal Ijazah Jokowi, Kini Rismon Sianipar dan Andi Azwan Kompak Bongkar Penyokong Dana |
|
|---|
| Polemik Mundurnya Aipda Vicky Aristo Katiandagho dari Polri Usai Tangani Kasus Korupsi |
|
|---|
| UEA-Bahrain-Kuwait Kena Imbas, Iran Serang Sektor Air dan Energi Teluk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Puing-pesawat-angkut-C130-Hercules-di-Iran.jpg)