Berita Viral

Pertarungan Narasi AS-Iran: Antara Klaim Kemenangan dan Kegagalan

Presiden AS, Donald Trump, menyebut misi penyelamatan pilot sebagai “operasi bersejarah” yang berhasil.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/X
Garda Revolusi Iran menyerang menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pertarungan narasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memuncak setelah insiden jatuhnya jet tempur AS di wilayah udara Iran pada Jumat, 3 April 2026. 

Peristiwa ini memicu operasi penyelamatan yang kemudian menjadi bahan perang informasi antara kedua negara.

Presiden AS, Donald Trump, menyebut misi penyelamatan pilot sebagai “operasi bersejarah” yang berhasil.

Namun, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (KCHQ), komando operasional tertinggi angkatan bersenjata Iran, menegaskan sebaliknya: operasi itu gagal total.

Dalam pernyataannya, KCHQ menyebut dua pesawat C-130 dan dua helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS hancur dalam operasi tersebut.

Mereka menambahkan bahwa puing-puing pesawat AS ditemukan di lokasi, menjadi bukti kegagalan misi.

Klaim Iran: Superioritas Militer

Juru bicara KCHQ, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menuduh AS melakukan manipulasi informasi melalui media internasional.

Ia menyebut hal itu sebagai bentuk perang psikologis untuk menutupi kegagalan di medan tempur.

Menurut Zolfaghari, “Tentara Amerika yang pengecut dan bangkrut dalam perang yang dipaksakan ini tidak dianggap sebagai kekuatan dominan.”

Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran menunjukkan superioritasnya dalam menghadapi operasi militer AS.

Nasib Pilot AS

Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa pilot jet tempur AS berhasil melontarkan diri sebelum pesawatnya jatuh dan kemudian ditangkap oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Namun, laporan lain menyebutkan bahwa pasukan AS berusaha menyelamatkan pilot tersebut dan kemungkinan sempat membawanya keluar dari Iran.

Televisi lokal di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad bahkan menyiarkan imbauan kepada warga untuk membantu pencarian pilot tersebut, dengan imbalan finansial bagi siapa pun yang berhasil menangkapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved