Berita Viral
Berkali-kali Lontarkan Ancaman, Iran Sebut Trump Gugup dan Bodoh
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran melalui platform Truth Social
TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran melalui platform Truth Social.
Dalam unggahan pada Minggu (5/4/2026), ia menegaskan ultimatum 48 jam agar Iran segera menyepakati penghentian perang.
Ancaman tersebut disampaikan dengan bahasa kasar, termasuk makian, yang memperlihatkan intensitas retorika yang semakin meningkat.
Trump menyebut bahwa hari Selasa akan menjadi “Hari penghancuran pembangkit listrik, jembatan, semuanya dalam satu hari, di Iran.”
Sehari sebelumnya, Trump juga menulis ancaman serupa dengan menyebut “pintu neraka akan terbuka” bagi Iran jika tidak memenuhi tuntutannya.
Fokus ancaman ini berkaitan dengan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia, yang menurut Trump harus segera dibuka oleh Iran.
Respons Iran: Menyebut Trump Gugup dan Bodoh
Komando militer pusat Iran, melalui Komandan Ali Abdullahi Abadi, menilai ancaman Trump sebagai tanda kelemahan psikologis.
Ia menyebut ancaman tersebut sebagai tindakan “tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh.”
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa Iran tidak gentar menghadapi retorika Trump, melainkan justru menekankan ketidakstabilan yang mereka lihat pada kepemimpinan AS.
Baca juga: Pertarungan Narasi AS-Iran: Antara Klaim Kemenangan dan Kegagalan
Baca juga: UEA-Bahrain-Kuwait Kena Imbas, Iran Serang Sektor Air dan Energi Teluk
Baca juga: Balas Ancaman Trump, Iran: Pintu Neraka yang Terbuka Untukmu
Gejolak Internal Militer AS
Di tengah eskalasi eksternal, Amerika Serikat juga menghadapi krisis internal.
Jenderal Randy George, Kepala Staf Angkatan Darat, dipaksa mengundurkan diri setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta pensiunnya segera.
Dalam email yang bocor dan dikonfirmasi keasliannya oleh CBS News, George menulis pesan menohok bahwa prajurit Amerika layak dipimpin oleh “pemimpin yang berani dengan karakter yang kuat.”
Email tersebut dianggap sebagai kritik terselubung terhadap kepemimpinan Trump dan jajaran sipil di Pentagon.
Gejolak Internal Militer Amerika
Iran Sebut Trump Gugup dan Bodoh
Iran Balas Ancaman Trump
Iran Tak Gentar Diancam Trump
| Pertarungan Narasi AS-Iran: Antara Klaim Kemenangan dan Kegagalan |
|
|---|
| HEBOH Pemalak Brutal di Purwakarta Keroyok Ayah Pengantin hingga Tewas di Lokasi Pesta Pernikahan |
|
|---|
| DULU Debat Soal Ijazah Jokowi, Kini Rismon Sianipar dan Andi Azwan Kompak Bongkar Penyokong Dana |
|
|---|
| Polemik Mundurnya Aipda Vicky Aristo Katiandagho dari Polri Usai Tangani Kasus Korupsi |
|
|---|
| UEA-Bahrain-Kuwait Kena Imbas, Iran Serang Sektor Air dan Energi Teluk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Donald-Trump-amerika-presiden.jpg)