Berita Internasional

Muncul Tuduhan AS Coba Bunuh Pilot Pesawat Tempurnya yang Jatuh di Iran, Keduanya Masih Hlang

Amerika Serikat disebut berupaya membom dan membunuh pilot jet tempurnya sendiri yang jatuh di wilayah Iran

TRIBUN MEDAN/The Oklahoman
Pesawat E-3G Sentry dengan nomor seri 81-0005 mengalami kerusakan berat atau hancur di darat akibat serangan rudal/drone Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, demikian laporan berita The Oklahoman, dilansir Minggu (29/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Tuduhan mengejutkan muncul dari Iran. Amerika Serikat disebut berupaya membom dan membunuh pilot jet tempurnya sendiri yang jatuh di wilayah Iran, setelah gagal melakukan misi penyelamatan.

Seorang sumber militer Iran mengatakan kepada kantor berita semi-pemerintah Tasnim bahwa langkah ekstrem itu diambil setelah upaya evakuasi pilot tidak membuahkan hasil.

“Setelah gagal menyelamatkan pilot jet tempur yang ditembak jatuh dua hari lalu, Amerika berusaha mengebom dan membunuh pilot tersebut di lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyiannya,” ujar sumber tersebut, Minggu (5//5/2026).

Menurutnya, sejumlah jet tempur AS melancarkan serangan udara ke beberapa titik di kota Kohgiluyeh, Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer Ahmad, pada malam hari.

Serangan itu diduga dilakukan karena AS meyakini pilot mereka berada di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, sumber tersebut juga mengungkap bahwa Washington tengah memburu individu kedua yang disebut sebagai awak pesawat.

“Amerika sangat ingin menemukan orang kedua mereka. Karena itu, mereka mencoba menghabisinya dengan membombardir beberapa lokasi,” tambahnya.

Namun, hingga kini belum ada kejelasan apakah pilot atau awak pesawat tersebut telah berada dalam kendali pasukan Iran.

“Kami belum bisa memastikan hal itu. Tapi yang jelas, Amerika tidak mengatakan yang sebenarnya, bahkan soal pilot pertama yang mereka klaim telah berhasil diselamatkan,” tegas sumber tersebut.

Ia menambahkan, insiden jatuhnya jet tempur ini berpotensi menjadi skandal baru bagi Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

2 Pesawat dalam 24 jam

Sementara itu menurut laporan media jet tempur Amerika Serikat kembali jatuh untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari 24 jam.

Pesawat serang A-10 Thunderbolt II milik Angkatan Udara AS dilaporkan jatuh ke perairan dekat Selat Hormuz pada Jumat malam, setelah terkena tembakan dari sistem pertahanan Iran.

Meski mengalami kerusakan parah, pilot tunggal pesawat tersebut berhasil mengendalikan jet hingga memasuki wilayah udara Kuwait sebelum akhirnya melakukan eject. Ia kemudian berhasil diselamatkan dalam operasi cepat tim penyelamat.

Seorang pejabat AS yang dikutip The Washington Post mengonfirmasi bahwa insiden ini merupakan jet tempur kedua yang ditembak jatuh dalam sehari. Sebelumnya, jet F-15E Strike Eagle dilaporkan jatuh di wilayah Iran.

Di sisi lain, Iran dengan cepat mengklaim keberhasilan tersebut. Media pemerintah dan kantor berita Tasnim News Agency menyebut sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghantam pesawat tempur AS, bahkan menyebutnya sebagai serangan kedua yang sukses dalam 24 jam terakhir.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved