Berita Nasional

Telepon Pangeran Arab soal Perang Iran vs Israel, Jokowi: Yang Mulia, Kapan Perangnya Selesai?

Percakapan itu dilakukan di tengah eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

|
Kompas.com
JOKOWI DIPERIKSA - Teka-teki mengenai lokasi pemeriksaan mantan Presiden Joko Widodo terkait kasus dugaan ijazah oleh penyidik Polda Metro Jaya justru di Solo. 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya sempat menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada Rabu (11/3/2026).

Percakapan itu dilakukan di tengah eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Eskalasi militer adalah peningkatan intensitas konflik bersenjata yang dapat memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi global.

Dalam pidatonya di acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Anniversary ke-1 YouTuber Nusantara, Jokowi menceritakan bahwa ia menanyakan langsung kepada MBS mengenai kemungkinan berakhirnya perang. 

"Saya telepon saat perang baru tiga hari saya telepon kakak saya di Uni Emirat Arab, Yang Mulia MBS, saya tanya, 'Yang Mulia kapan perangnya selesai?'," kata Jokowi berpidato dalam acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Anniversary ke-1 YouTuber Nusantara dikutip dari akun Youtube YOUTUBER NUSANTARA, Sabtu (4/4/2026). 

Ditanyakan kepastian itu, Jokowi mengungkap bahwa MBS menjawab kalau konflik peperangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran tidak bisa diperkirakan kapan akan berakhir.

"Baru mulai itu saya sudah tanya, "kapan perangnya kira-kira selesai?" Dijawab enggak pasti dan enggak jelas," ujar Jokowi.

Jokowi melanjutkan, ia kembali mengajukan pertanyaan kepada MBS terkait harga minyak yang naik imbas ekskalasi geopolitik di Timur Tengah.

"Kemudian saya bertanya, "Harga minyak ini akan sampai berapa?" Dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit, kalkulasinya sangat sulit sekali," kata dia.

Setelah menelpon MBS, Jokowi juga mengaku kalau ia menepon menteri dan mendapatkan jawaban yang sama.

"Saya ulangi lagi telepon ke menterinya di sana, jawabannya juga sama. Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan apalagi kita yang ada di sini," ucapnya.

"Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perangnya selesai dan kapan harga minyak akan kembali pada harga yang normal kembali," sambung Jokowi.

Dia meminta masyarakat Indonesia mendoakan agar APBN Indonesia kuat dalam menghadapi guncangan ekonomi akibat eskalasi konflik ini.

"Sehingga kita berdoa bersama agar APBN kita, fiskal kita ini kuat menghadapi goncangan-goncangan yang tidak jelas seperti yang kita alami sekarang ini," jelas Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

(ase/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved