Penjelasan Kemenkes Muncul Varian Baru Covid-19 ‘Cicada’, Belum Ada di Indonesia

Kemenkes meminta masyarakat tidak panik dan menegaskan varian ini berisiko rendah serta belum terdeteksi di Indonesia.

Pinterest/FocusOnline
VIRUS BARU- Ilustrasi varian baru Covid-19 'Cicada'. Kemenkes meminta masyarakat tidak panik dan menegaskan varian ini berisiko rendah serta belum terdeteksi di Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman memberikan penjelasan, terkait varian baru covid-19 'Cicada'.

Kemenkes meminta masyarakat tidak panik dan menegaskan varian ini berisiko rendah serta belum terdeteksi di Indonesia.

"Sampai saat ini (akhir Maret 2026), belum ditemukan varian tersebut di Indonesia," kata dia di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Fakta Tentang Varian Covid-19 Cicada

Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai Varian Under Monitoring (VUM) sejak 5 Desember 2025 oleh WHO.

Varian ini belum menunjukkan peningkatan sirkulasi, dan tidak ada data yang menunjukkan peningkatan keparahan, hospitalisasi, dan kematian.

Baca juga: Kebakaran di Tempat Penitipan Mobil di Kisaran, Puluhan Kendaraan Diduga Ikut Ludes Terbakar

Baca juga: NASIB Nakes di Aceh Joget-joget Saat Operasi di RSUD Datu Beru, Langkah Hukum Tengah Disiapkan

"Merujuk pada WHO, risiko kesehatan masyarakat untuk varian BA.3.2 (Cicada) adalah rendah," tutur dia.

Tiga Varian Covid-19 yang Dominan di Indonesia 

Saat ini, varian covid-19 yang dominan di Indonesia adalah 

  1. XFG (57 persen)
  2. LF.7 (29 persen)
  3. XFG 3.4.3 (14 persen).

Ketiganya juga memiliki risiko rendah.

Karena situasi masih terkendali dan berisiko rendah, maka tidak ada tindakan khusus berupa pengetatan di pintu masuk negara.

Baca juga: Respons Gerindra soal Polemik Gaji DPRD Padangsidimpuan, Rusydi: Secara Aturan Dibenarkan

Namun demikian Kemenkes tetap melakukan surveilans, pelaporan rutin dari lapangan dan pengujian sampel di lab serta komunikasi risiko.

Masyarakat diharapkan tetap membiasakan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS): rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, pakai masker jika sakit atau di keramaian.

Ditemukan Lebih di 30 Negara

Diketahui kasus pertama mulai ada di Amerika Serikat pada Januari tahun ini, dan laporan terakhir maka sudah mulai ditemukan juga pada swab pengunjung dari luar negeri yang masuk Amerika Serikat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved