Gempa Bumi

Titik Gempa Bumi 2 April 2026 di Sulawesi Utara, BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai

BNPB menyebut bahwa pusat gempa di Sulawesi Utara ada di koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
WhatsApp
GEMPA BUMI- Satu bangunan terlihat hancur setelah gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo melanda Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. BMKG menerbitkan peringatan dini tentang adanya potensi tsunami. 

Ringkasan Berita:
  • BNPB menyebut bahwa gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Utara berpusat pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer
  • Gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung berkekuatan magnitudo 7,6
  • BMKG menyebut bahwa gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami
  • Masyarakat yang ada di wilayah terdampak diimbau menjauhi pantai

TRIBUN-MEDAN.COM,- Badan Nasional Penanggulangan Bendana (BNPB) menyebut bahwa gempa bumi yang terjadi pada 2 April 2026 di Kota Bitung, Sulawesi Utara berpusat pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.

Guncangan gempa berkekuatan 7,6 magnitudo ini turut dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

Baca juga: Update Gempa Mag 7,6 di Bitung Picu Gelombang Tsunami di Halmahera

TSUNAMI- Dua wilayah di Indonesia berpotensi dilanda tsunami, yakni Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
TSUNAMI- Dua wilayah di Indonesia berpotensi dilanda tsunami, yakni Maluku Utara dan Sulawesi Utara. (TRIBUN MEDAN)

"Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak," kata Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam siaran persnya di grup WhatsApp Medkom Bencana-1, Kamis (2/4/2026).

Muhari bilang, bahwa dampak awal yang berhasil dihimpun BNPB menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate.

Baca juga: Maluku Utara dan Sulawesi Utara Berpotensi Tsunami: Ini Panduan Keselamatan untuk Warga Indonesia

Sebanyak satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Kota Bitung, pendataan masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, telah terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi," kata Muhari.

Baca juga: Semakin Memanas Kasus Amsal Sitepu, Demo Digerakkan Kejari Karo? Hari Ini Jaksa Dievaluasi di DPR

Fenomena awan tsunami atau awan Arcus yang ramai jadi pembahasan warganet
Fenomena awan tsunami atau awan Arcus yang ramai jadi pembahasan warganet (X @zakiberkata)

Sehubungan dengan hal tersebut, lanjut Muhari, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menghimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.

"Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan," ungkap Muhari.

Baca juga: Cuaca Sumut Hari Ini 2 April 2026, Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Hingga Sedang

Peringatan Dini Tsunami

Sistem peringatan Tsunami Amerika Serikat (AS) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Indonesia.

Adapun wilayah Indonesia yang berpotensi tsunami yakni Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Peringatan dini ini diterbitkan setelah terjadinya gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada pukul 05.48 WIB.

Baca juga: Awal Mula Berpindahnya Sungai Garoga, Tsunami Kayu Hilangkan Desa Perbatasan Tapsel

"Kemungkinan terjadi perubahan permukaan laut setinggi 1 meter di atas permukaan pasang susut di beberapa pantai Indonesia," kata sistem peringatan tersebut, dilansir dari Reuters.

Disebutkan pula, bahwa diperkirakan tinggi gelombang tsunami mencapai 0,3 meter hingga 1 meter di atas permukaan air pasang.

Tips Setelah Adanya Peringatan Dini Tsunami

Setelah ada peringatan dini tsunami, banyak langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gelombang berpotensi datang.

Berikut tips praktis yang bisa langsung dipakai.

Segera setelah peringatan dini

  • Jangan menunggu gelombang datang; segera bergerak ke daerah lebih tinggi (bukit, pegunungan, atau gedung kokoh minimal 3–4 lantai) sesuai jalur evakuasi yang sudah dikenali.

  • Jauhi pantai, muara sungai, dan sungai dekat pantai; jangan menonton atau mendekat ke air surut tiba‑tiba, karena itu bisa jadi tanda tsunami.

Saat masih di tempat aman

  • Bertahan di tempat tinggi paling tidak 1–2 jam atau sampai ada pemberitahuan resmi bahwa bahaya tsunami sudah berakhir; gelombang kedua dan ketiga bisa lebih besar.

  • Pantau informasi lewat radio, TV, atau aplikasi resmi (BMKG, BNPB, pemerintah daerah) untuk memastikan apakah peringatan sudah dicabut atau ada perintah lanjutan.

Setelah peringatan dicabut atau situasi mulai aman

  • Jangan langsung kembali ke rumah; periksa dahulu apakah ada instruksi resmi bahwa daerah sudah aman dan jalur masuk tidak terputus.

  • Di rumah, waspadai bagian struktur yang rusak, lantai licin, dan kabel/kelengkapan listrik yang berbahaya; periksa juga anggota keluarga dan tetangga untuk memastikan semua selamat.

Tips lanjutan untuk hari‑hari berikutnya

  • Periksa ketersediaan makanan dan air bersih; pastikan tidak tercemar air asin atau kotoran sebelum dikonsumsi.

  • Ikuti kegiatan simulasi evakuasi dan edukasi tsunami di daerah Anda untuk memperbaiki pengetahuan dan koordinasi keluarga jika ada peringatan dini di masa depan.

(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved