Berita Viral

Seorang Kakek di Bekasi Disiram Air Keras Saat Pergi Salat Subuh, Ciri-ciri Pelaku Terekam CCTV

Seorang Kakek bernama Tri Wibowo (60) menjadi korban penyiraman air keras saat hendak menunaikan ibadah salat subuh

Tangkapan layar
TEROR AIR KERAS - Tangkap layar CCTV perkara seorang pria lanjut usia (Lansia), Tri Wibowo (60), yang menjadi korban penyiraman air keras saat hendak menunaikan salat subuh di Perumahan Bumi Sani Permai (BSP), Senin (30/3/2026). (Dok Pribadi Warga). 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang Kakek bernama Tri Wibowo (60) menjadi korban penyiraman air keras saat hendak menunaikan ibadah salat subuh di masjid terdekat.

Peristiwa itu terjadi di Perumahan Bumi Sani Permai (BSP) RT 01 RW 14, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Senin (30/3/2026) sekira pukul 04.50 WIB.

Kejadian bermula ketika suasana perumahan masih gelap. Ning, seorang saksi mata sekaligus warga setempat, menceritakan detik-detik mengerikan saat korban menjerit kesakitan.

“Saya posisi lagi di luar rumah, terus si korban ini mau ke musala salat subuh, saya dengar kok ada suara merawung-merawung,” kata Ning saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Tiga Rumah di Kawasan Padat Medan Area Terbakar, Satu Bangunan Lain Ikut Terdampak

Merasa curiga dengan rintihan tersebut, Ning pun mencari sumber suara. Betapa terkejutnya ia mendapati Tri Wibowo sudah dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya basah kuyup, dan terus mengerang menahan perih.

“Pas saya lihat, kondisi tubuhnya sudah basah semua sembaru merawung-merawung gitu,” jelasnya.

Ning yang panik segera meminta bantuan anaknya untuk mendekat. Namun, korban yang sudah tidak sanggup berbicara, sempat kesulitan berjalan hingga akhirnya terjatuh di pinggir got.

Melihat kondisi pakaian korban yang melepuh, Ning langsung menyadari apa yang sedang terjadi.

Baca juga: Usai Penyelidikan, Dirreskrim Polda Metro Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis ke Puspom TNI

“Saya curiga, jangan-jangan bapak ini disiram air keras, soalnya bajunya rusak, terus basah, dan pegangin muka sambil kayak nunjukin kesakitan,” ujarnya ngeri.

Ia pun memperingatkan sang anak agar berhati-hati saat mengevakuasi korban karena khawatir sisa cairan mematikan itu masih menempel dan membahayakan.

Mendengar kegaduhan tersebut, warga sekitar langsung berdatangan membantu membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Saya lihat itu baju rusak, setelah dibawa ke rumahnya sama warga, saya tidak tahu lagi, tapi infonya sekarang dirawat di Rumah Sakit (RS) Primaya," imbuh Ning.

Lebih mengejutkan lagi, warga membeberkan bahwa aksi teror semacam ini ternyata bukanlah kejadian yang pertama kali di wilayah tersebut.

Baca juga: Bahlil Minta Masyarakat Hemat Gas Saat Memasak, Kadisperindang ESDM Sumut: Stok Aman dan Cukup 

Ciri-Ciri Pelaku Terekam CCTV

Sesaat sebelum menemukan korban yang terkapar, Ning mengaku sempat memergoki dua orang mencurigakan yang berboncengan sepeda motor melaju sangat kencang di depan rumahnya—hanya berjarak sekitar 10 meter dari titik lokasi penyiraman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved