Berita Viral

INSIDEN Pertama dalam Sejarah, Israel Larang Misa Minggu Palma di Gereja Makam Kudus Yerusalem

Pihak Patriarkat Latin Yerusalem menyebut tindakan tersebut sebagai preseden serius yang melukai perasaan umat beragama di seluruh dunia.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Wikimedia Commons/Gerd Eichmann
Gereja Makam Kudus atau Gereja Holy Sepulchre yang berada di Kota Tua, Yerusalem. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kepolisian Israel dilaporkan mencegah Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, memasuki Gereja Makam Kudus, untuk memimpin misa Minggu Palma.

Pihak Patriarkat Latin Yerusalem menyebut tindakan tersebut sebagai preseden serius yang melukai perasaan umat beragama di seluruh dunia.

“Pagi ini, Polisi Israel mencegah Patriark Latin Yerusalem, Yang Mulia Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Kepala Gereja Katolik di Tanah Suci, bersama dengan Custos Tanah Suci, Yang Terhormat Pastor Francesco Ielpo, penjaga resmi Gereja Makam Kudus, untuk memasuki Gereja Makam Kudus di Yerusalem, saat mereka menuju untuk merayakan Misa Minggu Palma,” demikian bunyi pernyataan pihak Patriarkat Latin Yerusalem, Minggu (29/3/2026). 

Insiden pertama dalam sejarah

Patriark Latin Yerusalem menegaskan bahwa akibat insiden ini, misa Minggu Palma tidak dapat dipimpin oleh pimpinan gereja di lokasi tersebut.

“Sebagai akibatnya, dan untuk pertama kalinya dalam berabad-abad, para pemimpin gereja dicegah untuk merayakan Misa Minggu Palma di Gereja Makam Kudus,” tulis pernyataan itu. 

Mereka juga menilai kejadian ini sebagai preseden serius yang mengabaikan sensitivitas umat beragama di seluruh dunia. “Insiden ini merupakan preseden serius dan mengabaikan perasaan miliaran orang di seluruh dunia, yang selama pekan ini memandang ke Yerusalem.”

Dampak pembatasan akibat perang

Peristiwa ini terjadi di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan sejak perang di Timur Tengah dimulai pada 28 Februari 2026. Otoritas Israel melarang pertemuan besar, termasuk di sinagoga, gereja, dan masjid.

Saat ini, kegiatan ibadah publik dibatasi sekitar 50 orang.

Patriarkat Latin sebelumnya juga telah mengumumkan pembatalan prosesi tradisional Minggu Palma yang biasanya menarik ribuan umat dari Bukit Zaitun menuju Yerusalem.

“Para pemimpin gereja telah bertindak dengan penuh tanggung jawab dan, sejak awal perang, telah mematuhi semua pembatasan yang diberlakukan,” kata pihak  Patriark Latin Yerusalem.

Gereja Makam Kudus atau Gereja Holy Sepulchre yang berada di Kota Tua, Yerusalem.
Gereja Makam Kudus atau Gereja Holy Sepulchre yang berada di Kota Tua, Yerusalem. (TRIBUN MEDAN/Wikimedia Commons/Gerd Eichmann)

Dinilai tidak masuk akal

Pihak gereja mengkritik keras keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang berlebihan.

“Mencegah masuknya Kardinal dan Custos, yang memikul tanggung jawab gerejawi tertinggi bagi Gereja Katolik dan Tempat-tempat Suci, merupakan langkah yang jelas-jelas tidak masuk akal dan sangat tidak proporsional.”

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved