Berita Internasional
Taktik Murahan Terendus, Curiganya Iran ke AS, Permintaan Negoisasi Trump Punya Misi Keji
Muncul laporan yang menyebut Teheran mencurigai upaya negosiasi yang digagas Presiden Donald Trump sebagai jebakan berbahaya.
TRIBUN-MEDAN.com - Taktik Presiden AS Donald Trump terbaca oleh Iran usai upaya negosiasi yang dilakukan Amerika Serikat.
Muncul laporan yang menyebut Teheran mencurigai upaya negosiasi yang digagas Presiden Donald Trump sebagai jebakan berbahaya.
Menurut laporan The Wall Street Journal, pejabat Iran khawatir pembicaraan gencatan senjata yang ditawarkan Washington sebenarnya bertujuan untuk memancing para pemimpin tertinggi Iran keluar dari persembunyian, guna kemudian dijadikan target serangan atau bahkan pembunuhan.
Kekhawatiran ini terutama tertuju pada sosok Mohammad-Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran yang disebut-sebut sebagai salah satu dari sedikit tokoh senior yang selamat dari gelombang serangan udara baru-baru ini.
Ia juga dikabarkan menjadi figur yang diinginkan oleh AS untuk hadir dalam setiap perundingan damai.
Di sisi lain, pejabat Iran juga menilai langkah Trump yang menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran bukanlah tanda meredanya konflik.
Mereka menduga keputusan tersebut hanyalah strategi sementara untuk menstabilkan harga minyak global, sebelum kembali melanjutkan operasi militer.
Informasi ini diperoleh dari pejabat Iran serta mitra Arab yang berkomunikasi dengan mereka, yang menilai situasi saat ini penuh dengan ketidakpercayaan dan potensi eskalasi lebih lanjut.
Laporan ini semakin mempertegas bahwa jalur diplomasi antara kedua negara masih dibayangi kecurigaan mendalam, membuat peluang perdamaian dalam waktu dekat kian tidak pasti.
Trump mengklaim pembicaraan sedang dilakukan untuk mengakhiri perang terhadap Iran
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa perang ini telah dimenangkan, dengan mengatakan kampanye gabungan AS-Israel melawan Iran telah membunuh para pemimpin puncak dan bahwa Teheran telah setuju untuk tidak pernah mencari senjata nuklir.
Iran membantah pembicaraan dan menyatakan tidak menginginkan senjata nuklir, meskipun Trump mengatakan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio terlibat.
Trump juga mengisyaratkan adanya “present” yang terkait dengan minyak, gas, dan Selat Hormuz, namun tidak memberikan batas waktu untuk mengakhiri permusuhan.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Respons Israel Usai Kemungkinan AS-Iran Negoisasi Damai, Sinis Perdamai Bakal Terwujud |
|
|---|
| Kapalnya Tak Boleh Selat Hormuz, Donald Trump Mulai Pertimbangkan AS Damai dengan Iran |
|
|---|
| Takut Dibunuh, Pria ini Ikhlaskan Rumah Tangga Berakhir dan Izinkan Istri Tinggal dengan Selingkuhan |
|
|---|
| Viral Kisah Cinta Tak Kenal Usia, Nenek 91 Tahun Nikahi Pria 67 Tahun setelah Pacaran 3 Bulan |
|
|---|
| Dulu Cerai karena Tak Tahan Hidup Susah, Kini Wanita Ini Ingin Rujuk karena Eks Suami Sudah Kaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mohammad-Bagher-Ghalibaf-DIINCAR-PRESIDEN-TRUMP.jpg)