Berita Internasional

Kapalnya Tak Boleh Selat Hormuz, Donald Trump Mulai Pertimbangkan AS Damai dengan Iran

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa situasi diplomatik saat ini masih sangat dinamis

Kolase Tribun/kompas
AS SERANG IRAN: Kolase Presiden AS Donald Trump dan konflik Iran vs Israel. Trump mengumumkan pihaknya telah melakukan serangan terhadap 3 fasilitsa nuklir Iran 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah berupaya menjalin kesepakatan damai dengan Iran guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Namun, sinyal perdamaian tersebut justru disambut keras oleh pihak Teheran.

Iran dilaporkan memperketat posisi tawar dalam negosiasi, seiring meningkatnya pengaruh Korps Garda Revolusi Islam dalam menentukan kebijakan luar negeri negara tersebut.

Berdasarkan laporan dari sumber di Teheran, Iran tidak hanya menginginkan gencatan senjata, tetapi juga menyiapkan sejumlah tuntutan dalam satu paket yang dinilai cukup berat bagi Washington.

Beberapa tuntutan tersebut antara lain jaminan keamanan penuh, ganti rugi perang, kendali atas Selat Hormuz, hingga pengakuan terhadap program rudal balistik Iran.

Menguatnya sikap keras Iran disebut sebagai dampak dari pergeseran politik internal, terutama setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa situasi diplomatik saat ini masih sangat dinamis dan belum ada keputusan final terkait negosiasi.

“Ini adalah diskusi diplomatik yang sangat sensitif. Amerika Serikat tidak akan melakukan negosiasi melalui pers,” ujarnya.

Di sisi lain, peluang perundingan juga terbuka dengan kemungkinan pertemuan langsung yang difasilitasi oleh Pakistan sebagai mediator.

Sementara itu, pihak Israel menyatakan keraguan terhadap keberhasilan perundingan tersebut.

Mereka menilai kecil kemungkinan Iran akan menyetujui tuntutan yang diajukan Amerika Serikat.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan bahwa Trump melihat adanya peluang diplomasi dengan memanfaatkan tekanan militer yang telah dilakukan sebelumnya.

“Trump percaya pencapaian militer bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan melalui jalur diplomasi,” ujarnya.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran saat ini masih terus berkembang, dan hasil negosiasi diperkirakan akan sangat menentukan stabilitas kawasan Timur Tengah ke depan.

Tarif Lewat Selat Hormuz

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved