Berita Viral
Peran Kabais Letjen Yudi Abdimantyo Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Dipertanyakan
Apakah Kabais Letjen Yudi Abdimantyo dicopot dari jabatannya? Publik kini menyoroti pertangung-jawaban hukum.
TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abdimantyo menyerahkan jabatannya.
Penyerahan jabatan dikaitkan dengan kasus penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Apakah Kabais dicopot dari jabatannya?
Publik kini menyoroti pertangung-jawaban hukum.
Baca juga: Terungkap Kejanggalan Tewasnya Ermanto, Keluarga Heran Saksi yang Angkat Korban di TKP tak Diperiksa
Seperti diberitakan, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, mengumumkan bahwa Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abdimantyo telah menyerahkan jabatannya buntut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Baca juga: Kalender Jawa Weton Kamis Pahing 26 Maret 2026, Tetaplah Menjadi Sosok yang Sabar
"Kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," kata Aulia dalam konferensi pers di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).
Baca juga: PSMS Krisis Bek Tengah, Erwin Gutawa dan Zikri Ferdiansyah Kena Kartu Merah
Namun, Aulia enggan mengungkapkan siapa sosok yang menggantikan Yudi untuk menjadi Kabais TNI.
Aulia juga enggan memberikan penjelasan lebih lanjut saat ditanya apakah penyerahan jabatan ini berarti Letjen Yudi resmi dicopot.
"Terima kasih," ujar Aulia singkat sembari meninggalkan ruangan konferensi pers.
Adapun empat prajurit TNI diduga kuat terlibat dalam penyiraman air keras kepada Andrie Yunus pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Keempat tersangka tersebut masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.
Seluruh tersangka diketahui bertugas di Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI.
Saat ini, mereka telah ditahan di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI
Insiden itu terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng.
Podcast yang direkam bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kabais-TNI-diganti.jpg)