Berita Viral

Israel Tuding Iran Gunakan Bom Curah: Sulit Ditangkis, Dapat Menjangkau hingga 10 Kilometer

Berdasarkan laporan petugas medis, 15 orang dilaporkan terluka akibat serangan Iran di kota pesisir Tel Aviv.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/X
Garda Revolusi Iran menyerang menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, Senin (2/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Berdasarkan laporan petugas medis Israel, 15 orang dilaporkan terluka akibat serangan rudal Iran di kota pesisir Tel Aviv, Rabu (25/3/2026).

Serangan Iran ini merupakan balasan ke sejumlah kota di Israel, termasuk Tel Aviv dan Safad.

Sebelumnya, Israel melancarkan serangan ke Teheran yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 28 lainnya di wilayah permukiman.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, lebih dari 100 orang terluka akibat serangan rudal Iran terhadap kota-kota gurun di selatan Israel yakni Dimona dan Arad, banyak korban dalam kondisi kritis.

Menurut juru bicara militer Israel, Iran menggunakan bom curah dalam serangan tersebut.

Sebuah rudal yang membawa amunisi klaster meledak di udara di atas sasaran dan menyebarkan banyak unit amunisi kecil, yang juga disebut bomblet, ke area yang luas.

Proyektil semacam ini sulit untuk ditangkis.

Menurut data militer Israel, dampak dari senjata jenis dapat menjangkau hingga 10 kilometer.

Di sisi lain, Israel juga meningkatkan serangannya terhadap Iran.

Militer Israel mengumumkan serangkaian serangan besar-besaran baru terhadap fasilitas pemerintah.

Tak lama setelah itu, dilaporkan terjadi ledakan hebat di Teheran.

Bom curah, atau yang dikenal juga dengan sebutan bom cluster, munisi tandan, atau cluster munitions, adalah jenis bom yang di dalamnya berisi puluhan hingga ratusan bom kecil (submunisi).

Cara Kerja dan Karakteristik

Ketika dilepaskan dari pesawat atau ditembakkan dari darat/laut, bom ini akan pecah di udara dan menyebarkan bom-bom kecil tersebut ke area yang sangat luas.

Senjata ini dirancang untuk menghancurkan target yang tersebar, seperti konvoi kendaraan militer, landasan pacu, atau konsentrasi pasukan musuh.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved