Berita Viral
ALASAN NEGOSIASI, Trump Tunda Serangan Lebih Ngeri dari Bom Atom Jepang, Iran: Bilang Aja Kalah. . .
Presiden AS Donald Trump mengumumkan menunda membombardir sektor vital, yakni sumber listrik Iran, setelah adanya negosiasi
TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden AS Donald Trump mengklaim menunda serangan lebih dahsyat ke Iran karena adanya negosiasi yang berlangsung produktif dengan Teheran.
Adapun serangan dahsyat yang dimaksud Trump ialah lebih besar dari bom atom yang menghantam Jepang.
Penulis yang juga tokoh reformis Iran, Ahmad Zeidabadi, menggambarkan potensi serangan yang dimaksud Trump itu merujuk pada novel pasca-apokaliptik Blindness karya Jose Saramago, yang menceritakan dunia yang tenggelam dalam kegelapan.
Ia menilai gertakan Trump merupakan ancaman terbesar yang ditimbulkan terhadap Iran atau negara mana pun di dunia sepanjang sejarah.
"Bayangkan jika listrik untuk populasi 90 juta jiwa terputus untuk waktu yang lama di zaman sekarang ini! Apa yang akan terjadi? Pertama-tama, semua rumah dan jalan akan gelap gulita dan orang tua serta orang sakit akan terkunci di menara tempat tinggal mereka. Segera setelah itu, siklus produksi semua jenis barang dan jasa akan berhenti," kata Zeidabadi, dikutip dari The Guardian, Rabu (25/3/2026).
"Air, gas, bensin, dan solar akan menjadi langka. Tidak ada makanan, tidak ada sanitasi, tidak ada transportasi, tidak ada keamanan! Situasi apokaliptik yang mirip atau bahkan jauh lebih buruk daripada yang digambarkan José Saramago dalam novelnya, Blindness! Oleh karena itu, ancaman yang dibuat Trump terhadap rakyat dan negara kita jauh lebih serius daripada pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki, dan merupakan contoh kejahatan terbesar dalam sejarah terhadap kemanusiaan."
Zeidabadi juga menggambarkan Trump sebagai sosok yang tidak rasional, namun tetap memegang kendali atas kekuatan militer terbesar di dunia.
Dia melanjutkan, “Jika rakyat Amerika atau negara lain tidak menghentikan makhluk biadab ini, Timur Tengah akan langsung menjadi neraka yang tak terbayangkan dan kemudian menjadi tanah tandus dan tidak layak huni.”
Sementara itu, putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yakni Yousef Pezeshkian, dalam catatannya menyinggung kemungkinan balasan dari Teheran.
Ia memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur akan membawa konsekuensi balik.
“Ketika Amerika menyerang infrastruktur, konsekuensi dari hal ini akan kembali kepada Anda. Anda tidak bisa mengatakan: ‘Saya akan memutus aliran listrik Anda, tetapi Anda tidak boleh memutus aliran listrik saya.’ Apa pun yang kita lakukan cepat atau lambat akan kembali menghantui kita," ujarnya yang dikutip oleh The Guardian.
Di sisi lain, mantan duta besar Iran untuk Inggris, Mohsen Baharvand, mengkritik keras ancaman Trump yang diduga berpotensi serangan terhadap fasilitas sipil.
Dalam unggahannya di Telegram, ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan kehormatan negara adidaya.
“Tidak ada kehormatan atau kredibilitas yang ditambahkan kepada negara adidaya jika negara tersebut menyerang fasilitas sipil dengan senjata canggih dan destruktif serta menyebabkan masalah kritis bagi negara sipil.”
Ia juga menilai tidak perlu pembuktian tambahan untuk menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan perang, terutama jika seorang pemimpin dunia menjadikan operasi militer sebagai bentuk hiburan.
Trump tunda serangan karena negosiasi
iran sebut trump kalah perang
iran ejek trump
trump tutupi kekalahan perang
| Presiden Trump Diejek Iran: 'Sudah Kalah Perang Masih Nutupi dengan Klaim Negosiasi' |
|
|---|
| SOSOK Letjen TNI Yudi Abrimantyo Diganti dari Kepala BAIS TNI |
|
|---|
| BOLA PANAS Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras, Kabais TNI Letjen Yudi Abdimantyo Lepas Jabatan |
|
|---|
| Momen Presiden Prabowo Telepon Sejumlah Kepala Negara: Serukan Perdamaian Iran-Israel-AS |
|
|---|
| Didampingi Dharma Pongrekun, Keluarga Curiga Tewasnya Ermanto Usman Datangi ke Polda Metro Jaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/donald-trump-akan-ajukan-gugatan-ke-mahkamah-agung-karena-merasa-dicurangi-di-pilpres-as.jpg)