Berita Viral

Punya Thailand Dibebaskan, Kapal RI Masih Tertahan di Selat Hormuz, Iran: Teman Punya Tempat Khusus

Berhasilnya kapal tanker minyak Thailand ini melintasi Selat Hormuz, ternyata tak terlepas dari komunikasi Menteri Luar Negeri Thailand

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Istimewa/X
DUA kapal tanker minyak Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz, hingga saat ini diplomasi terus berjalan. 

Berbeda dengan Kapal Tanker Minyak Thailand, Dua Kapal Tanker Minyak Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Iran: Teman Punya Tempat Khusus

TRIBUN-MEDAN.COM – Sebuah kapal tanker minyak Thailand berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Kapal milik Bangchak Corporation tersebut melintas pada Senin (23/3/2026).

Lantas apa yang dilakukan pihak otoritas Thailand?

Berhasilnya kapal tanker minyak Thailand ini melintasi Selat Hormuz, ternyata tak terlepas dari komunikasi Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow dan Duta Besar Iran di Thailand

Sihasak mengungkapkan, pihaknya secara langsung meminta jaminan keamanan bagi kapal Thailand yang hendak melintasi jalur strategis tersebut.

Pihak IRGC Iran pun merespons dengan meminta daftar kapal yang akan melintas dan berjanji memastikan keselamatan pelayaran.

Bahkan, kapal tanker minyak Thailand itu tidak perlu bayar untuk melintasi Selat Hormuz. Hal itu sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (25/3/2026).

Dalam pernyataannya, Bangchak menyebut kapal tersebut sebelumnya tertahan di Teluk Persia sejak 11 Maret 2026 dan kini tengah dalam perjalanan kembali ke Thailand.

Keberhasilan pelayaran ini disebut sebagai hasil koordinasi erat antara Kementerian Luar Negeri Thailand, otoritas Iran, serta dukungan pemerintah Oman.

Sebagaimana diketahui, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak 28 Februari 2026 telah berdampak besar terhadap distribusi energi global.

Penutupan efektif Selat Hormuz menyebabkan gangguan luas, termasuk lonjakan biaya transportasi dan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar di berbagai negara, termasuk di Thailand.

Selat Hormuz merupakan jalur laut yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. 

Keberhasilan ini terjadi dua pekan setelah kapal berbendera Thailand lainnya, Mayuree Naree, diserang proyektil di Selat Hormuz hingga memicu kebakaran dan memaksa awak kapal dievakuasi.

Otoritas Iran dan Oman telah menjangkau kapal tersebut, namun hingga kini tiga awak dilaporkan masih hilang, menurut Kementerian Luar Negeri Thailand.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved