Berita Viral

Pengakuan Warga Negara Irak, Motif Pembunuhan Wanita di Cipayung Terungkap

Kepada penyidik, FTJ mengklaim dirinya sudah beberapa kali memergoki istri sirinya itu menjalin hubungan gelap dengan pria lain.

|
Editor: Salomo Tarigan
Ilustrasi TribunWow.com/Octavia Monica
Ilustrasi pembunuhan-Kepolisian mengungkap kasus pembunuhan wanita di Bambu Apus, Cipayung, sekaligus dengan terduga pelakunya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepolisian mengungkap kasus pembunuhan wanita di Bambu Apus, Cipayung, sekaligus dengan terduga pelakunya.

Korban diketahui merupakan cucu dari seniman sekaligus pelawak legendaris Betawi, almarhumah Mpok Nori.

Terduga pelaku yang diringkus Warga Negara Asing (WNA) asal Irak berinisial FTJ.

Sebelumnya, sempat dikabarkan pelaku yang ditangkap warga Iran. 

Dibalik aksi keji tersebut, terungkap sebuah motif utama yang menyelimuti hubungan pasangan ini tidak lain adalah cemburu buta.

Baca juga: Setelah Gus Yaqut Seluruh Tahanan Kasus Korupsi KPK Akan Minta Ditahan di Rumah

Berdasarkan pemeriksaan oleh kepolisian, tersangka FTJ mengaku nekat menghabisi nyawa DA karena merasa dikhianati.

Panit 2 Subdit Resmob PMJ, AKP Fechy J. Ataupah mengungkapkan tersangka kerap diliputi rasa curiga terhadap korban.

"Dari hasil pemeriksaan, motif di balik pembunuhan ini adalah karena tersangka cemburu dengan korban," ujar AKP Fechy J. Ataupah dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Kepada penyidik, FTJ mengklaim dirinya sudah beberapa kali memergoki istri sirinya itu menjalin hubungan gelap dengan pria lain.

Akumulasi rasa sakit hati inilah yang kemudian meledak menjadi aksi kekerasan. Puncaknya terjadi di kediaman mereka di kawasan Bambu Apus. 

Keributan mulut tak terhindarkan lagi. Adu mulut yang hebat antara FTJ dan DA berubah menjadi perkelahian fisik yang brutal.

Dalam kondisi gelap mata, tersangka FTJ menggunakan senjata tajam untuk melukai korban.

Luka fatal di bagian leher membuat cucu sang pelawak senior tersebut tewas di tempat.

"Terjadi keributan dan perkelahian antara tersangka dan korban yang menyebabkan korban tewas dengan luka senjata tajam di bagian leher," tambah AKP Fechy.

Sadar korbannya sudah tak bernyawa, FTJ pun menyusun rencana pelarian.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved