Berita Viral

DEBAT Prabowo dan Najwa Shihab Soal Aturan Pengamat yang Kritik Pemerintah Hingga Dalang Aksi Demo

Presiden Prabowo Subianto dan Najwa Shihab saling adu argumen terkait aturan yang akan mengatur para pengamat. 

TRIBUN MEDAN
DEBAT PANAS - Diskusi antara Presiden Prabowo Subianto dan jurnalis senior Najwa Shihab berlangsung panas saat membahas aksi demonstrasi pada Agustus 2025. Momen tersebut terjadi ketika Najwa mengajukan pertanyaan kritis terkait batas antara kritik terhadap pemerintah dan tindakan yang dianggap sebagai upaya 'makar'. 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto dan Najwa Shihab saling adu argumen terkait aturan yang akan mengatur para pengamat. 

Prabowo menilai banyak pengamat yang melakukan kritikan dengan niat yang beda bukan membangun negeri.  

Prabowo juga menanggapi soal aksi demonstrasi pada Agustus 2025 lalu. 

Momen tersebut terjadi saat Nana, panggilan Najwa Shihab, mengajukan pertanyaan kritis terkait batas antara kritik terhadap pemerintah dan tindakan yang dianggap sebagai upaya makar. 

Dalam forum diskusi bersama jurnalis di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, yang dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI pada Kamis (19/3/2026), Nana menyinggung apakah kritik-kritik keras terhadap pemerintah bermuara pada keinginan pergantian rezim.

"Bapak membaca kritikan-kritikan yang dilontarkan baik oleh pengamat yang bapak sebut tidak patriotik, atau dari orang-orang yang memang kritis terhadap pemerintah, itu semua bermuara pada keinginan untuk regime change bapak presiden?" tanya Nana, sebagaimana dilansir TribunJakarta.com.

Baca juga: PRESIDEN Macron Hentikan Sementara Operasi Militer di Timur Tengah Demi Momen Idulfitri

Baca juga: KEBERADAANNYA Disorot, Ternyata Gus Yaqut Sudah Jadi Tahanan Rumah, Sempat Disinggung Istri Noel

Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan bahwa tidak semua kritik mengarah ke sana. 

Namun, ia meyakini ada sebagian yang memiliki tujuan tersebut. “

"Tidak semuanya, tapi ada. Oh jelas ada," kata Prabowo.

Perdebatan mulai memanas saat Nana  mempertanyakan bagaimana pemerintah membedakan kritik yang sah dengan tindakan yang dinilai sudah kelewatan. 

Ia juga menyinggung pernyataan Prabowo sebelumnya yang menyebut aksi demonstrasi pada Agustus sebagai bentuk 'makar'.

Prabowo pun menjawab tegas.

Ia menyebut tindakan pembakaran gedung pemerintah, seperti DPR dan kantor gubernur, sebagai bentuk makar.

"Oh jelas Agustus, jelas makar. Dia (pelaku) membakar Gedung DPR, Kantor Gubernur. Institusi pemerintahan mau dibakar, that's makar. Bikin kerusuhan. Bawa bom molotov. Tidak ada LSM yang ribut soal bom molotov. Ada yang protes ga?" jawab Prabowo

Namun, Nana membantah anggapan bahwa tidak ada reaksi publik terhadap aksi tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved