Berita Viral

IRAN Ancam Serang Daerah Wisata Dunia Untuk Temukan Pejabat AS-Israel: Waktunya Tak Lama Lagi

Militer Iran mengancam akan melakukan serangan rudal di wilayah wisata global. Aksi ini agar menemukan target pejabat AS-Israel

TRIBUN MEDAN
Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mohammad Pakpour(TASNIM NEWS via WIKIMEDIA COMMONS) 

TRIBUN-MEDAN.com - Militer Iran mengancam akan melakukan serangan rudal di wilayah wisata global. Aksi ini dilakukan karena frustasi tidak menemukan target pejabat AS-Israel. 

Sedangkan, Iran sudah kehilangan banyak pejabat militer. Sejumlah jenderal Iran tewas dalam serangan AS-Israel. 

Iran tampaknya mulai melakukan strategi brutal. 

Melalui media resmi pemerintah, Tasnim, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, meluncurkan retorika tajam yang menargetkan mobilitas para pejabat Barat.

Ia membandingkan gaya hidup pejabat Iran yang diklaim 'hidup di tengah rakyat' dengan pejabat lawan yang ditudingnya bersembunyi, bahkan di dalam bunker.

"Waktunya tidak lama lagi ketika kami akan menyeret Anda keluar dari tempat persembunyian dan tempat perlindungan Anda dengan penghinaan. Berdasarkan informasi yang kami miliki, bahkan pusat hiburan di seluruh dunia pun tidak akan aman bagi Anda," tegas Shekarchi, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: IRAN Desak FIFA Pindahkan Lokasi Piala Dunia dari Amerika Serikat ke Meksiko: Kami Tidak Aman

Baca juga: Diduga karena Arus Pendek, Satu Unit Rumah Semi Permanen di Perumahan SDN 173551 Laguboti Terbakar

Secara terbuka, Shekarchi mengeluarkan peringatan bahwa Teheran tengah merencanakan serangan di lokasi-lokasi sipil mancanegara yang selama ini dianggap sebagai zona aman.

Ancaman ini bukan tanpa alasan. Dalam tiga minggu terakhir, militer Iran terpukul hebat oleh apa yang disebut analis sebagai 'kampanye pemenggalan kepala; (decapitation campaign) oleh intelijen Israel (Mossad) dan militer AS.

Pernyataan keras, jubir militer Iran papan atas Shekarchi ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan analis keamanan internasional.

Iran diduga kuat akan kembali menggunakan taktik lama, yakni memanfaatkan jaringan militan binaan mereka untuk melakukan serangan di luar kawasan Timur Tengah sebagai instrumen tekanan dalam perang yang sedang berlangsung.

Para ahli menyebut langkah ini sebagai upaya Teheran untuk mendesentralisasi konflik, memaksa lawan-lawannya—terutama Amerika Serikat dan Israel—untuk memperketat keamanan di titik-titik yang sulit diprediksi secara logistik.

Ini berarti Iran akan beralih ke taktik terorisme global atau serangan lone wolf di zona-zona sipil internasional sebagai bentuk tekanan balik, tulis skynews.

Para pelancong dan warga dunia kini terjepit di antara ketegangan dua kekuatan besar yang tidak lagi mengenal batas medan perang konvensional.

Intelijen Barat kini meningkatkan status kewaspadaan di kota-kota wisata utama dunia, mengantisipasi kemungkinan sel-sel tidur atau proksi Iran melakukan aksi balasan terhadap target yang dianggap sebagai representasi kepentingan AS dan Israel.

Teheran akan beralih ke taktik terorisme global atau serangan lone wolf di zona-zona sipil internasional sebagai bentuk tekanan balik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved