Breaking News

Berita Viral

KASUS Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP STN alias Noni Masih Bergulir: Tangis Ibu Minta Keadilan

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Sikka, STN (14) alias Noni, masih bergulir hingga Maret 2026.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/TRIBUN FLORES
Kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Sikka, STN (14) alias Noni, masih bergulir hingga saat ini, Kamis (19/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Sikka, STN (14) alias Noni, masih bergulir hingga saat ini, Kamis (19/3/2026).

Tiga tersangka yang diduga pelaku sudah diamankan, namun keluarga korban menilai proses hukum belum tuntas karena ada barang bukti yang hilang dan salah satu pelaku sempat kabur dari pengawasan polisi.

Kronologi Singkat

20 Februari 2026:

  • Noni pergi ke rumah kakak kelasnya, FRG, untuk mengambil gitar yang sering dipinjam.
  • Namun, ia tidak pernah kembali.

23 Februari 2026:

  • Jasad Noni ditemukan di Kali Watuwogat, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Sikka.
  • Polisi mengonfirmasi adanya dugaan pemerkosaan dan pembunuhan.

Akhir Februari 2026:

  • Polisi menetapkan FRG (kakak kelas korban) sebagai tersangka utama.

Maret 2026:

  • Kasus masih tetap bergulir. Proses hukum dianggap belum tuntas karena ada barang bukti yang hilang dan salah satu pelaku sempat kabur dari pengawasan polisi.

Perkembangan Terbaru:

  • Tiga tersangka ditangkap, semuanya masih memiliki hubungan keluarga.
  • Barang bukti hilang: keluarga menuntut pencarian jari, sebagian rambut, dan ponsel korban yang belum ditemukan.
  • Pelaku kabur: SG, salah satu tersangka, sempat melarikan diri saat dibawa berobat ke RSUD TC Hillers Maumere. Hal ini memicu kemarahan warga yang mengepung Polres Sikka.
  • Aksi solidaritas: keluarga dan masyarakat menggelar misa, doa bersama, serta aksi 1000 lilin di Taman Doa Kristus Raja Maumere untuk menuntut keadilan.
  • Respons Keluarga: Febrinus Betho, perwakilan keluarga korban, menegaskan bahwa keluarga tidak akan berhenti menuntut keadilan.
  • Mereka menyoroti kelalaian aparat dalam menjaga tersangka dan meminta agar kasus ini ditangani dengan transparan.
  • Keluarga korban menunggu kepastian hukum dan pemenuhan keadilan, termasuk pencarian barang bukti yang hilang.
Kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Sikka
Kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Sikka, STN (14) alias Noni, masih bergulir, Kamis (19/3/2026).

Luka Keluarga, Tuntutan Keadilan, dan Cermin Sosial

Sebagaimana dilaporkan Tribunflores.com, kasus kematian STN alias Noni, siswi kelas VIII SMP di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, masih menjadi sorotan.

Remaja berusia 14 tahun yang akrab disapa Noni itu ditemukan tewas di Kali Watuwogat pada Senin, 23 Februari 2026.

Awalnya, Noni dilaporkan hilang sejak Jumat, 20 Februari, ketika ia pergi mengambil gitar di rumah seorang kakak kelas, FRG. Di rumah tersebut terjadi perselisihan yang berujung tragis.

Menurut keterangan polisi, korban menolak tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh FRG dan mengancam akan melaporkannya.

Ketegangan meningkat, telepon genggam korban dirampas, dan kontak fisik terjadi.

Dalam kondisi emosi, FRG mengambil parang dan menyerang Noni hingga meninggal dunia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved