Krisis BBM
KRISIS BBM, PNS Pakistan WFH dan Sekolah Belajar Daring, Sri Lanka Tetapkan Rabu Libur Nasional
Pakistan mengambil serangkaian langkah darurat untuk mengatasi lonjakan harga bahan bakar.
TRIBUN-MEDAN.com - Harga minyak mentah melonjak di atas level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir akibat perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran.
Selain lonjakan harga, ketersediaan stok energi juga menjadi ancaman serius di masing-masing negara.
Dampak paling nyata dialami sejumlah negara di kawasan Asia Selatan, seperi Pakistan dan Sri Lanka.
Pakistan mengambil serangkaian langkah darurat untuk mengatasi lonjakan harga bahan bakar.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa 50 persen pegawai negeri diminta bekerja dari rumah (work from home/WFH), sementara libur sekolah diperpanjang dengan pembelajaran dialihkan ke sistem daring.
Kebijakan tersebut diambil setelah harga minyak dunia melonjak di atas 100 dolar AS per barel, memicu kenaikan harga BBM di SPBU hingga 20 persen dalam waktu singkat.
Pakistan, yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas dari kawasan Teluk, menilai langkah penghematan ini sebagai langkah “sulit tetapi perlu” untuk mengurangi konsumsi energi dan menahan tekanan ekonomi pada masyarakat yang sebagian besar hidup dalam kemiskinan.
Selain WFH dan libur sekolah, pemerintah juga melakukan pengurangan tunjangan bahan bakar untuk kendaraan dinas sebesar 50 persen selama dua bulan ke depan, kecuali untuk ambulans.
Pengurangan perjalanan dinas ke luar negeri dibatasi hanya untuk urusan penting negara, sementara pengadaan peralatan baru dilarang.
Pemerintah juga menekankan bahwa rapat-rapat akan diprioritaskan secara daring.
Pemerintah berharap kebijakan penghematan energi ini dapat menstabilkan situasi sementara, meskipun para pakar memperingatkan risiko tekanan ekonomi jangka panjang masih tinggi.
Sri Lanka Tetapkan Rabu Libur Nasional
Sri Lanka juga mengambil langkah yang cukup ekstrem untuk menahan lonjakan konsumsi bahan bakar dan menjaga stabilitas ekonomi.
Dalam keterangan resminya Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake mengumumkan bahwa setiap hari Rabu akan menjadi hari libur nasional bagi semua lembaga publik.
Keputusan ini diambil untuk mengurangi konsumsi bahan bakar di tengah kemungkinan kekurangan pasokan minyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Selat-Hormuz-jalur-pelayaran-strategis-yang-menghubungkan-Teluk-Persia-1.jpg)