Berita Viral

Terbaru Aturan dari Iran: Wajibkan Kapal yang Melewati Selat Hormuz Bayar Pakai Uang Yuan China 

Iran akan mengizinkan kapal tanker minyak untuk melewati Selat Hormuz secara terbatas, Sabtu (14/3/2026).

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/X @ChinaNow24
Pemerintah China mengklaim menjadi satu-satunya negara yang kapal-kapalnya diizinkan Iran untuk melewati Selat Hormuz yang ditutup Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sejak 28 Februari 2026. Hal itu sebagai ungkapan terima kasih atas sikap mendukung Beijing terhadap Teheran selama perang. cuit akun X @ChinaNow24,Rabu (4/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Iran dikabarkan akan mengizinkan kapal tanker minyak untuk melewati Selat Hormuz secara terbatas, Sabtu (14/3/2026).

Namun, dengan syarat, minyak tersebut harus diperdagangkan dalam mata uang yuan China.

Menurut CNN, hal itu mengutip keterangan dari seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya.

Aturan tersebut merupakan bagian dari rencana lebih luas yang dilaporkan sedang dikembangkan Teheran untuk mengatur lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.

Selama ini, sebagian besar penjualan minyak global dilakukan dalam dollar AS.

Memang sebelumnya, ada minyak mentah Rusia yang dikenai sanksi, semakin banyak diperdagangkan dalam rubel atau yuan.

Sebagaimana diketahui, penutupan Selat Hormuz merupakan buntut panjang dari serangan AS-Israel ke wilayah Iran sejak 28 Februari.

Akibat serangan itu, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia beserta beberapa anggota keluarganya.

Sebagai pembalasan, Iran pun membombardir Israel dan menargetkan semua aset militer AS yang ada di Negara Teluk.

Setelah ditutup, lalu lintas kapal melalui Hormuz telah anjlok dari rata-rata 138 kapal per hari menjadi hanya dua kapal dalam periode 24 jam.

IRGC pada Rabu (11/3/2026) menyatakan tidak akan mengizinkan satu liter minyak pun melewati jalur air tersebut, yang telah mereka kuasai selama ratusan tahun.

Sebelumnya, seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan, Teheran dapat memperluas kampanye maritimnya ke jalur air strategis kedua, jika Amerika Serikat melakukan kesalahan strategis. 

Dalam pernyataannya kepada Al Jazeera, Selasa (11/3/2026), pejabat tersebut mengisyaratkan bahwa selat lain, diduga kuat adalah Bab el-Mandeb, bisa menghadapi situasi serupa dengan Selat Hormuz yang kini telah lumpuh.

Menurutnya, kawasan tersebut mungkin akan segera memasuki perang regional.

Tak hanya itu, ia mengeklaim Iran masih memiliki "banyak kartu" untuk dimainkan.

Baca juga: SAAT Trump Klaim Iran Sudah Lumpuh, 2 Kapal Taheran Diam-diam Ambil Bahan Bakar Roket dari China

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved