Ijazah Jokowi

PENAMPAKAN Rismon Sianipar Sowan ke Solo, Kini Sebut Ijazah Jokowi Asli

Setelah mengajukan Restorative Justice ke Polda Metro Jaya, ahli digital forensik Rismon Sianipar mendatangi rumah Jokowi

Editor: Juang Naibaho
Tribunsolo.com
RISMON TEMUI JOKOWI - Ahli digital forensik Rismon Sianipar mendatangi rumah Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Solo, Rabu (12/3) sore. 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah mengajukan Restorative Justice ke Polda Metro Jaya, ahli digital forensik Rismon Sianipar mendatangi rumah Jokowi di Sumber, Solo, Rabu (12/3/2026) sore.

Rismon tampak berjalan bergegas untuk memasuki rumah Jokowi tanpa menyampaikan satu patah kata.

Hingga kini, belum diketahui apa topik pembicaraan yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Adapun Rismon merupakan tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi yang tengah bergulir di Polda Metro Jaya. 

Rismon masuk dalam klaster yang sama dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa. Mereka dijerat dengan Pasal 32 ayat 1 dan Pasal 35 UU ITE terkait dugaan menghapus, menyembunyikan, atau memanipulasi dokumen elektronik.

Minta Maaf dan Sebut Ijazah Jokowi Asli

Sebelumnya, Rismon melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (11/3/2026) menyebut ijazah milik Jokowi adalah asli.

Adapun hal itu berdasarkan penelitian ulang yang dilakukannya dalam dua bulan terakhir.

Mulanya dia menyebut bahwa hasil penelitiannya yang tertuang pada buku Jokowi's White Paper bersama dengan Roy Suryo dan Tifa memiliki kesalahan.

Namun, Rismon menegaskan hanya hasil penelitiannya saja yang mengandung kesalahan.

Dia mengungkapkan penelitian yang dilakukannya tidak bergantung dengan hasil riset yang dilakukan oleh Roy maupun Tifa.

Dengan kesalahan tersebut, Rismon pun meminta maaf kepada Jokowi atas tuduhannya selama ini.

"Temuan saya sebelumnya yang telah melukai, membuat commotion (kegaduhan) dalam perkembangan kita akhir-akhir ini melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi," katanya.

Rismon menjelaskan bahwa kesalahan penelitiannya terkait dengan watermark dan emboss pada ijazah Jokowi.

Dia menegaskan, berdasarkan penelitian ulang yang dilakukannya, dua komponen tersebut terbukti ada pada ijazah Jokowi.

"Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama emboss, itu memang ada di dalam dokumen tersebut."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved