Berita Nasional

Pedas Sindiran Rocky Gerung, Purbaya Sebut Harga Minyak Dunia Naik Belum Mengganggu: Optimisme Palsu

Purbaya sebelumnya menyebut bahwa harga minyak mentah yang sempat menembus 113 dolar Amerika Serikat

|
TRIBUN MEDAN
KRITIK UNTUK PURBAYA - Menkeu Purbaya klaim harga minyak mentah dunia melonjak namun belum menunjukkan dampak signifikan, Rocky Gerung sebut hanya ingin senangkan Prabowo. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengamat politik, Rocky Gerung, melontarkan sindiran pedas terhadap pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengenai lonjakan harga minyak mentah dunia.

Purbaya sebelumnya menyebut bahwa harga minyak mentah yang sempat menembus 113 dolar Amerika Serikat (AS) per barel belum menunjukkan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi domestik.

Menanggapi hal itu, Rocky menilai ucapan Purbaya seolah memberi kesan optimistis.

"Tapi itu kan optimisme yang palsu," ujar Rocky Gerung, dikutip dari akun YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (10/3/2026).

Ia menekankan pentingnya membedakan antara data makro dan mikro.

Menurutnya, meskipun data makro terlihat positif, belum tentu kondisi mikro juga sehat.

"Tapi kalau mikronya bagus pasti makronya bagus. Kan begitu cara membaca statistik kaitan makro-mikro di dalam upaya melihat daya tahan ekonomi kita," jelas Rocky.

Rocky kemudian menyinggung sejumlah pernyataan dari para menteri, yang menurutnya berkaitan erat dengan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Kita ingin meletakkan ini supaya ada kejujuran dari menteri-menteri yang kadang kala berbohong pada presiden, kadang kala hanya ingin ya asal Prabowo senang itu APS itu," ungkapnya.

Ia pun mengakui sulitnya menilai apakah kabinet saat ini bekerja secara profesional atau sekadar diisi oleh “pasukan pencari nafkah” yang lahir dari kebiasaan partai politik.

Dalam pandangannya, membangun kepercayaan publik tampak masih menjadi tantangan besar.

Apalagi, Presiden Prabowo Subianto saat ini menghadapi tekanan terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden AS Donald Trump, yang menurut Rocky dianggap salah arah.

"Sebetulnya dari awal yang harusnya sekarang direvisi justru karena Indonesia tidak mampu untuk ikut dalam konsep perdamaian dunia karena eskalasi di Timur Tengah itu sudah beyond the call of Indonesia military duty itu melampaui semua hal yang bisa dibebankan pada penugasan TNI," ujarnya.

Rocky menekankan pentingnya Presiden Prabowo memberikan penjelasan langsung kepada publik mengenai tantangan yang tengah dihadapi Indonesia.

"Terutama secara politik mulai terlihat kasa kusuk di kalangan elite untuk mengambil keuntungan dari potensi krisis ini," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved