Berita Nasional

Janji Menteri ESDM Bahlil Tak Ada Kenaikan BBM hingga Mudik Lebaran 2026 : Aman, Jangan Ragu

Namun, Bahlil Lahadila memastikan, harga Pertalite (RON 90) dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan.

Kolase Tribun Medan
DITERIAKI HOAKS - Menteri ESDM Bahlil diteriaki hoaks oleh mahasiswa. Saat itu ia sedang berpidato tentang rencana etanol dicampur ke BBM. 

TRIBUN-MEDAN.com - Situasi Timur Tengah yang masih mencekam bikin masyarakat Indonesia cemas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan.

Namun, Bahlil Lahadila memastikan, harga Pertalite (RON 90) dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan.

Menjelang puncak arus mudik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mengatakan Kementerian ESDM bersama Dewan Energi Nasional telah melakukan audit stok lapangan.

Ia meminta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying atau merasa ragu akan ketersediaan stok di SPBU.

"Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, insya Allah semua aman, termasuk dengan LPG.

Jadi nggak perlu ada keraguan, sekalipun memang ada terjadi dinamika global di Iran dan Israel," kata Bahlil, mengutip Tribunnews.com Selasa (10/3/2026).

Dikatakan Bahlil, situasi itu setidaknya bertahan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi.

"Saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM sampai dengan hari raya Insya Allah tidak ada kenaikan apa-apa," tegas Bahlil.

Jika harga pasar terus melambung, opsi menambah anggaran subsidi menjadi langkah nyata yang akan diambil.

Selain menambah bantalan subsidi, pemerintah kini tengah memitigasi risiko jangka panjang dengan mempercepat transisi ke energi nabati guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Menanggapi ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Bahlil mengungkapkan langkah strategis pemerintah dalam mengamankan pasokan.

Mengingat Iran menutup Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak—pemerintah telah mengalihkan sumber impor.

"Sekitar 25 persen impor minyak kita bersumber dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz. Kita sudah mengalihkan antisipasinya ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz. Jadi relatif clear-lah," ungkap Bahlil.

Ia menjamin pasokan energi nasional dalam posisi aman untuk satu hingga dua bulan ke depan.

Gangguan pasokan diprediksi hanya akan terjadi jika konflik bersenjata tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama (bertahun-tahun).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved