Perang AS dan Israel vs Iran

Respons Purbaya dan Bahlil Harga Minyak Dunia 116 Dollar AS/Barel, Asumsi ICP di APBN Cuma 70 Dollar

Harga minyak mentah Brent meroket hingga 23,9 persen menjadi 116,1 dollar AS per barel.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
ANTRE BBM - Masyarakat mengantre BBM di SPBU 14.207.169 Jalan T Amir Hamzah, Kota Binjai, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan sedang menyiapkan berbagai langkah komprehensif untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak mentah dunia yang kini tembus 116 dollar AS per barel.  

TRIBUN-MEDAN.com - Harga minyak mentah terus mengalami lonjakan imbas perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran.

Melansir Bloomberg, pada Senin (9/3/2026) siang, harga minyak mentah Brent meroket hingga 23,9 persen menjadi 116,1 dollar AS per barel pada pembukaan perdagangan. Jenis West Texas Intermediate (WTI) juga melambung hingga 25,2 persen ke level 116,1 dollar AS per barel. 

Diketahui, APBN 2026 mematok asumsi Indonesian Crude Price/ICP di level 70 dollar AS per barel. 

Berdasarkan analisis sensitivitas APBN 2026 terhadap perubahan asumsi dasar ekonomi makro, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat setiap kenaikan harga ICP sebesar 1 dollar AS per barel berpotensi menambah defisit anggaran hingga Rp 6,8 triliun. 

Artinya, jika tren lonjakan harga minyak global ini terus berlangsung maka selisih asumsi dan realisasi ICP berisiko membebani ruang fiskal pemerintah tahun ini. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi meski harga minyak dunia melonjak.

"Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM," ujar Purbaya kepada awak media di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Menurut dia, kondisi pasokan minyak domestik juga masih relatif aman. 

Purbaya bilang, ruang fiskal pemerintah dinilai masih cukup untuk menahan dampak volatilitas harga minyak global.

Meski demikian, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dalam waktu dekat sebelum mengambil langkah kebijakan lanjutan.

Baca juga: Usai Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, Menkeu Purbaya Mulai Bicara Opsi Kenaikan Harga BBM Subsidi

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sedang menyiapkan berbagai langkah komprehensif untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak tersebut. 

Namun yang pasti, pasokan BBM nasional, termasuk yang dipenuhi melalui Pertamina tetap terjaga dengan baik.

"Problem kita sekarang bukan di stok, stok tidak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga. Nah, kita lagi akan exercise untuk melakukan langkah-langkah yang komprehensif," terang Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).

Pendapat Ekonom

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan, lonjakan harga minyak dunia tidak hanya berdampak pada harga BBM, tetapi juga berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui kenaikan biaya hidup dan biaya produksi di berbagai sektor.

Ia menilai, kenaikan harga energi global dapat memicu efek domino yang merambat dari sektor energi ke seluruh aktivitas ekonomi domestik. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved