Berita Internasional

Kecewanya AS ke Israel Usai Gempur Iran, Dianggap Lampaui Batas Imbas 30 Pangkalan Minyak Hancur

Serangan itu pun memicu perselisihan signifikan pertama antara AS-Israel sejak perang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).

TRIBUN MEDAN/X
Jurnalis Al Jazeera, Mohamed Vall melaporkan dari ibu kota Iran, Teheran, mengatakan bahwa warga sipil menanggung beban terberat dari serangan AS-Israel. Ia mencatat bahwa tiga perempat penduduk Teheran dilaporkan telah meninggalkan kota tersebut. 

TRIBUN-MEDAN.com - Serangan Israel terhadap 30 pangkalan minyak Iran pada Sabtu (7/3/2026) disebut memberikan kekecewaan pada Amerika Serikat.

Menurut seorang pejabat AS, Israel, dan sumber yang mengetahui masalah itu, dikutip dari Axios, serangan Israel tersebut dianggap melampaui apa yang diharapkan AS.

Serangan itu pun memicu perselisihan signifikan pertama antara AS-Israel sejak perang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).

AS disebut khawatir serangan Israel terhadap infrastruktur yang melayani warga Iran dapat menjadi bumerang secara strategis.

Bagi mereka, serangan itu justru dapat dimanfaatkan untuk menggalang dukungan masyarakat Iran terhadap rezim.

Para pejabat Israel dan AS menuturkan, IDF telah memberi tahu sebelum serangan itu terjadi. Namun, AS terkejut dengan luasnya jangkauan serangan.

"Kami rasa itu bukan ide yang bagus," kata seorang pejabat senior AS.

Gedung Putih tidak memberikan komentar mengenai hal ini.

Serangan Israel picu hujan minyak

Serangan udara Israel pada Sabtu menyebabkan kebakaran besar di Teheran, memicu kobaran api yang terlihat dari jarak bermil-mil.

Bahkan, air hujan yang turun berwarna hitam akibat bercampur dengan minyak dari lokasi yang diserang.

Dalam foto yang banyak beredar di media sosial, asap hitam itu bahkan menyelimuti ibu kota hingga tampak gelap.

Dalam sebuah pernyataan, IDF mengeklaim bahwa pangkalan minyak itu tersebut digunakan oleh rezim Iran untuk memasok bahan bakar kepada berbagai konsumen termasuk organ militernya.

Sementara, seorang pejabat militer Israel menyebut serangan itu bertujuan untuk memberi tahu Iran agar berhenti menargetkan infrastruktur sipil negaranya.

AS tegaskan tak akan serang sektor energi Iran

AS sendiri telah menegaskan tidak memiliki rencana menargetkan sektor energi Iran di tengah perang yang sedang berkecamuk. 

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, Washington akan menghindari serangan terhadap infrastruktur energi Iran, meskipun perang yang berlangsung turut mengguncang pasar energi global.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved