APBN 2026

TEKOR, APBN Defisit Rp 135,7 Triliun hingga Februari, Purbaya: Pengumpulan Pajak Tumbuh 30 Persen

Realisasi APBN hingga Februari 2026 mencatat defisit sebesar Rp 135,7 triliun atau setara 0,53% terhadap PDB

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
APBN TEKOR - Realisasi APBN hingga Februari 2026 mencatat defisit sebesar Rp 135,7 triliun atau setara 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menkeu Purbaya optimistis penerimaan pajak akan terus membaik dalam beberapa bulan ke depan.(Kompas.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Februari 2026 mencatat defisit sebesar Rp 135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut melebar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pada Februari 2025, defisit APBN tercatat Rp 30,7 triliun atau 0,13 persen terhadap PDB.

Pelebaran defisit ini terjadi seiring dengan akselerasi belanja negara di awal tahun. 

Sebelumnya, kinerja APBN hingga 31 Januari 2026 tercatat defisit sebesar Rp 54,6 triliun.

Hingga akhir Februari 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp 493,8 triliun, setara 12,8 persen dari pagu APBN 2026.

Capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 348,1 triliun.

Di sisi lain, realisasi pendapatan negara tercatat Rp 358 triliun hingga Februari 2026. 

Angka tersebut baru mencapai 11,4 persen dari target APBN 2026. 

Baca juga: Usai Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, Menkeu Purbaya Mulai Bicara Opsi Kenaikan Harga BBM Subsidi

Meski secara nominal lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang sebesar Rp 317,4 triliun, pemerintah menilai kinerja pendapatan masih perlu diperkuat agar sejalan dengan percepatan belanja negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis penerimaan pajak akan terus membaik dalam beberapa bulan ke depan.

“Pengumpulan pajak di dua bulan pertama 2026 ini tumbuh 30 persen, dan itu akan stabil terus ke depan,” ujar Purbaya dalam agenda buka puasa bersama media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Purbaya menilai kondisi fiskal Indonesia secara fundamental masih terjaga. 

Hal tersebut tercermin dari rasio utang terhadap PDB dan defisit terhadap PDB yang dinilai masih dalam batas aman.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga relatif kuat dibandingkan sejumlah negara lain. 

Baca juga: Penjelasan Menkeu Purbaya APBN per Januari 2026 Defisit Rp 54,6 Triliun

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved