Berita Viral

PERANG Iran Meluas ke Negara NATO, China Dituding Bantu Iran untuk Memantau Pergerakan Militer AS

Perang antara Amerika Serikat dan Iran kian meluas hingga jauh dari kawasan Teluk Persia dan ke negara-negara NATO.

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/X
Garda Revolusi Iran menyerang menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, Senin (2/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran kian meluas hingga jauh dari kawasan Teluk Persia, ke negara-negara NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau yang dikenal sebagai Organisasi Pakta Atlantik Utara/Pakta Pertahanan Atlantik Utara.

Pada Rabu (4/3/2026), kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, sementara sistem pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang mengarah ke Turkiye.

Eskalasi ini berlangsung sejak Washington dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Teheran pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. 

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan, telah “menyerang atau menenggelamkan ke dasar laut” lebih dari 20 kapal Iran, termasuk satu kapal perang yang dihantam di lepas pantai selatan Sri Lanka.

Serangan itu menjadi aksi pertama kapal selam AS menenggelamkan kapal musuh sejak Perang Dunia II. 

Seorang pejabat Sri Lanka mengidentifikasi kapal perang Iran tersebut sebagai fregat IRIS Dena, yang disebutnya sedang dalam perjalanan kembali ke Iran dari India timur.

Otoritas setempat melaporkan, 32 orang berhasil diselamatkan dan 87 jenazah telah ditemukan, sementara sekitar 60 prajurit masih hilang dari total sekitar 180 awak. 

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, kapal Iran itu mengira aman di perairan internasional.

“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” ujar Hegseth.

“Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo. Kematian yang sunyi,” imbuhnya. 

Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat berada di atas angin dalam konflik ini.

“Ini tidak pernah dimaksudkan sebagai pertarungan yang adil, dan memang bukan pertarungan yang adil. Kami menghantam mereka saat mereka sedang terpuruk,” kata Hegseth dalam pengarahan di Pentagon. 

“Kami dapat mempertahankan pertempuran ini dengan mudah selama yang kami perlukan.” 

Di saat bersamaan, sistem pertahanan udara NATO mencegat dan menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turkiye.

Ini menjadi kali pertama Turkiye terseret langsung dalam konflik tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved