Berita Viral

Awal Mula Korban Pencurian Unggah CCTV Malah Jadi Tersangka, Bapak Kapolri Saya Mohon

Meminta tolong agar kasusnya diberikan kepastian hukum kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Komisi III DPR RI.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/ist/Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar
JADI TERSANGKA - Viral di medsos Nabilah O’Brien terkait insiden di restoran miliknya, Bibi Kelinci Kopitiam, Jakarta Selatan. Nabilah jadi tersangka karena mengungkah CCTV pencurian. Dia mengaku selama lima bulan memilih diam karena merasa takut 

TRIBUN-MEDAN.com - Nasib selebgram Nabilah O’Brien yang merasa jadi korban pencurian, berakhir jadi tersangka.

Awal mula persoalan, dirinya mengunggah rekaman CCTV atas dugaan pencurian di restorannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Nabilah O’Brien jadi tersangka korban pencurian
JADI TERSANGKA - Viral di medsos Nabilah O’Brien terkait insiden di restoran miliknya, Bibi Kelinci Kopitiam, Jakarta Selatan. Nabilah jadi tersangka karena mengungkah CCTV pencurian. Dia mengaku selama lima bulan memilih diam karena merasa takut

Setelah menyandang status sebagai tersangka,  Nabilah pun merasa mendapat perlakuan tidak adil.

Dia meminta tolong kepada Kapolri hingga Presiden Prabowo Subianto untuk memperhatikan kasus yang menjeratnya.

Selebgram Nabilah O’Brien berkeluh kesah lantaran dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

KAPOLRI - Kapolri Listyo Sigit Prabowo
KAPOLRI - Kapolri Listyo Sigit Prabowo (Tribunnews)

Melalui akun instagram pribadinya @nabobrien, ia mencurahkan isi hatinya yang dipendam selama lima bulan belakangan karena takut.

“Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Saya diam selama lima bulan karena saya takut untuk bersuara dan berbicara,” tulis Nabilah dalam unggahannya tersebut seperti dikutip, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Argentina vs Spanyol Duel Finalissima 2026 di Qatar Terancam Dipindah karena Situasi Perang

Nabilah mengaku diminta mengakui bahwa unggahan dan rekaman CCTV yang ia bagikan merupakan fitnah.

Bahkan, Ia juga mengklaim dimintai uang Rp 1 miliar.

“Selama lima bulan saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah, juga saya diminta Rp1 miliar. (Saya) sudah coba segala macam upaya untuk membela diri saya, saya benar benar takut,” ungkapnya.

Untuk itu, ia pun meminta tolong agar kasusnya diberikan kepastian hukum kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Komisi III DPR RI.

Baca juga: Terungkap Permainan Suap Cukai Rokok Usai Pegawai Bea Cukai Diciduk, Produsen Rokok Dipanggil KPK

“Bapak/Ibu Komisi III DPR RI dan Bapak Kapolri, saya mohon berikan (kepastian) hukum. Saya korban pencurian, saya harap dapat melanjutkan hidup saya dan saya yakin keadilan bisa ditegakkan. Hanya ini yang bisa saya lakukan, saya tidak tahu harus berlindung kemana,” tuturnya.

Adapun kasus yang menimpanya ini diduga berkaitan dengan terjadinya keributan di restoran miliknya pada 19 September 2025. 

Saat itu, terdapat pasangan suami-istri (pasutri) yang komplain akibat makanannya tak kunjung datang hingga kurang lebih 30 menit.

Wanita itu pun diduga tak sabar menunggu hingga masuk ke area dapur yang sebenarnya dilarang bagi pengunjung.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved