OTT KPK di Pekalongan

Tampang Bupati Fadia Arafiq Ditetapkan Tersangka, Ditahan KPK, Ngaku Kebingungan, Saya Tidak OTT kok

Fadia muncul usai menjalani pemeriksaan keluar dari ruang Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),

|
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
DITAHAN KPK - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3/2026) 

 TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah tampang Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Fadia muncul usai menjalani pemeriksaan keluar dari ruang Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3/2026) siang.

Fadia Arafiq ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Pantauan wartawan Tribunnews.com Ilham Rian Pratama di lokasi pada pukul 12.02 WIB, pemandangan kontras terlihat dari sosok orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut. 

BUPATI DITANGKAP - Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq  ditangkap KPK
BUPATI DITANGKAP - Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq ditangkap KPK (Instagram @fadiaarafiq)

Fadia turun dari lantai dua dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. 

Baca juga: Identitas Sejumlah Pihak Kabur saat OTT Bupati Pekalongan, Nama-Namanya Dikantongi KPK

Kepalanya tampak tertunduk lesu, sementara wajahnya sengaja ditutupi rapat menggunakan sehelai selendang.

Dengan pengawalan ketat dari dua petugas KPK dan seorang aparat kepolisian, Fadia digiring menuju mobil tahanan yang akan mengantarkannya ke rumah tahanan (rutan).

Meski telah mengenakan rompi tahanan, sebelum memasuki mobil, Fadia sempat memberikan pernyataan mengejutkan kepada awak media. 

Dengan nada tegas, ia membantah telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dan menampik adanya penyitaan uang darinya.

Baca juga: Setelah THR Cair, Gaji Ke 13 PNS/PPPK Sudah Dijadwalkan Termasuk untuk TNI/Polri

"Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil. Pada saat penangkapan atau mereka menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah. Jadi saya tidak ada OTT apa pun, barang serupiah pun demi Allah nggak ada," ucap Fadia.

Ia menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat itu adalah untuk membahas izin ketidakhadirannya dalam acara MBG.

Terkait dugaan cawe-cawe atau campur tangan dalam proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ) penyediaan tenaga outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan yang menjeratnya, Fadia juga membantah keterlibatannya. 

Ia berdalih bahwa perusahaan yang mengikuti proyek tersebut bukanlah miliknya pribadi.

"Enggak, saya tidak ikut. Itu bukan punya saya, saya enggak pernah ikut. Itu perusahaan dari keluarga, bukan saya," kilahnya.

Fadia Ngaku Kebingungan

Di akhir keterangannya, Fadia mengaku kebingungan dengan status hukum yang disandangnya saat ini, terutama karena ia merasa tidak ada bukti uang yang disita dari dirinya maupun dari para kepala dinasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved