Perang AS dan Israel vs Iran

Nasib 519 Ribu WNI di Wilayah Perang Timur Tengah, Ada yang Bekerja, Beribadah dan Berlibur

Ribuan jumlahnya warga Indonesia tersebut berada di negara - negara kawasan Timur Tengah, menempuh pendidikan, bekerja, beribadah, maupun berlibur.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/X
PERANG TIMUR TENGAH - Garda Revolusi Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, Senin (2/3/2026). Situasi perang menghawatirkan ribuan warga Indonesia di wilayah konflik 

TRIBUN-MEDAN.com -  Nasib warga negara Indonesia (WNI) yang berada di tengah konflik perang Amerika-Israel vs Iran, kini jadi sorotan.

Ribuan jumlahnya, warga Indonesia tersebut berada di negara - negara kawasan Timur Tengah dengan berbagai kepentingan.

Seperti menempuh pendidikan, bekerja, beribadah, maupun berlibur.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mencatat berdasarkan data laporan per 28 Februari 2026, terdapat 519.042 warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah. 

"Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Perwakilan RI per 28 Februari 2026, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah tercatat sebanyak 519.042 orang," kata Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

 

Kemlu menegaskan bahwa perlindungan WNI jadi prioritas utama pemerintah di kawasan Timur Tengah yang jadi wilayah konflik perang Iran-Amerika Serikat.

Perihal keamanan para WNI, pemerintah terus memantau secara ketat perkembangan situasi keamanan pasca-serangan terhadap Iran.

"Perlindungan WNI dan PMI di kawasan Timur Tengah merupakan prioritas utama," katanya.

Direktorat Pelindungan WNI juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan seluruh Perwakilan RI di kawasan. 

Hal itu guna memperoleh pembaruan data jumlah WNI, update kondisi riil di lapangan, serta langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan.

Seluruh Perwakilan RI juga telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada WNI dan pekerja migran Indonesia (PMI), memperkuat komunikasi dengan komunitas serta simpul WNI/PMI setempat.

Termasuk, menyiapkan sejumlah opsi untuk menghadapi risiko kedaruratan.

"Serta menyiapkan sejumlah opsi dalam menghadapi risiko kedaruratan jika diperlukan," tutur Heni.

Berdampak pada Pemulangan Jemaah

Kondisi darurat di Arab Saudi akibat perang Iran melawan AS dan Israel berdampak pada pemulangan jemaah Indonesia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved