Berita Viral

Perang Makin Membara: Pesawat AS Berjatuhan, Kapal Tanker Tenggelam, Korban Tewas Sudah 200 Lebih

Iran kini meningkatkan serangan balasan dengan menargetkan aset-aset Amerika Serikat di kawasan Teluk, di tengah eskalasi militer yang kian intens.

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/X
Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut militer Amerika Serikat di Selat Hormuz. Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Selain kapal-kapal tanker, jet tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat (AS) juga berjatuhan, Senin (2/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Garda Revolusi Iran meningkatkan serangan balasan dengan menargetkan aset-aset Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan Amerika Serikat dan Israel, pada Sabtu (28/2/2026).

Kini konflik di Timur Tengah terus meluas pada hari ketiga, Senin (2/3/2026). 

Serangan demi serangan dilancarkan Garda Revolusi Iran ke berbagai wilayah, termasuk ke Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk.

Dalam perkembangan hingga hari ketiga konflik AS-Israel melawan Iran, Senin (2/3/2026), lebih dari 200 orang tewas dan 747 luka-luka, akibat serangan di Iran, menurut kantor berita Mehr dan laporan kantor berita Fars.

Sementara, menurut laporan Fox News, dari ratusan korban tewas itu, 48 di antaranya pemimpin Iran.

Sementara, di Kuwait sejumlah jet tempur yang diduga milik Amerika Serikat berjatuhan di Kuwait. Puing-puing jatuh di kilang Mina al-Ahmadi dekat Kuwait City. Rekaman video juga menunjukkan asap tebal di Kota al-Jahra.

Di Bahrain, Iran menargetkan fasilitas maritim dekat Pelabuhan Mina Salman di ibu kota Manama. Puing rudal memicu kebakaran di sebuah kapal asing di kawasan industri Salman. Pemerintah Bahrain mengaktifkan sirene peringatan serangan udara dan meminta warga segera mencari tempat aman.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan, tiga tentaranya tewas dalam operasi melawan Iran, menjadi korban pertama dari pihak AS. Presiden Donald Trump juga berjanji akan membalas kematian tersebut dan menegaskan operasi militer akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan tercapai.

Serangan rudal Iran juga terjadi di Irak, Suriah, Lebanon, dan Yordania, yang menewaskan 31 orang dan melukai 149 lainnya. Serangan ini terjadi setelah kelompok Hizbullah turut melancarkan serangan.

Pada Senin (2/3/2026) dini hari, sebuah drone Shahed dilaporkan menghantam pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) di Akrotiri, Siprus, menyebabkan kerusakan terbatas.

Konflik AS-Israel melawan Iran yang memasuki hari ketiga ini menunjukkan eskalasi yang semakin luas, dengan serangan lintas negara dan meningkatnya korban jiwa di berbagai wilayah.

Konflik bersenjata antara Iran dan aliansi Israel-Amerika Serikat memicu lonjakan korban jiwa di sejumlah negara Timur Tengah.

Sejak serangan yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026), total sedikitnya 220 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 900 lainnya luka-luka akibat rangkaian serangan udara, rudal, dan drone.

Garda Revolusi Iran menyerang menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, Senin (2/3/2026).
Garda Revolusi Iran menyerang menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, Senin (2/3/2026). (TRIBUN MEDAN/X)

Berikut rincian korban tewas dan luka per Minggu (1/3/2026) malam:

Iran: 201 tewas, 747 luka-luka

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved