Berita Viral
Terungkap Motif Bripda Pirman Hajar Bripda DP di Aspol, Ogah Dipanggil Senior, Korban Malah Dipukuli
Perkembangan pengusutan kasus tewasnya Bripda Dirja Pratama (DP) yang dianiaya seniornya.
Ringkasan Berita:Kasus Tewasnya Bripda Dirja Pratama
- Terungkap motif pemukulan yang dilakukan Bripda Pirman pada juniornya tersebut.
- Bripda Dirja Pratama dihajar senior di asrama polisi.
- Awalnya Bripda DP ditemukan dalam kondisi pingsan, sebelum meninggal.
- Kapolda Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan adapun latar belakangnya karena masalah hirarki antara senior dan junior.
- Senior marah karena junior dipanggil tidak mau menghadap. Korban dipukuli
TRIBUN-MEDAN.com - Perkembangan pengusutan kasus tewasnya Bripda Dirja Pratama (DP) yang dianiaya seniornya.
Bripda Dirja Pratama dihajar senior di asrama polisi.
Awalnya Bripda DP ditemukan dalam kondisi pingsan, sebelum meninggal.
Terungkap motif pemukulan atau penganiayaan yang dilakukan Bripda Pirman pada juniornya tersebut.
Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan adapun latar belakangnya karena masalah hirarki antara senior dan junior.
"Motifnya masalah hirarki (senior-junior)" kata Djuhandhani saat dihubungi, Rabu (25/2/2026).
Mantan Dirtipidum Bareskrim Polri ini menyebut kala itu, Bripda Dirja tidak menghadap ke Bripda Pirman selaku seniornya ketika dipanggil.
Hal tersebut yang membuat pelaku naik pitam hingga akhirnya melakukan penganiayaan terhadap korban.
"Senior marah karena junior dipanggil tidak mau menghadap dan saat salat subuh dijemput lalu dipukuli," ucapnya.
Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkap kecurigaan saat jajarannya melakukan pemerikasan terhadap tersangka.
"Laporan awal yang kami terima, yang bersangkutan meninggal karena membentur-benturkan kepala. Itu pertama kita mendengar laporan," kata Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dikutip, Selasa, (24/2/2026).
Meski begitu, kata Djuhandhani, pihaknya tidak langsung percaya atas laporan yang diterima tersebut.
Pihaknya pun melakukan penyelidikan dengan metode scientific crime investigation sehingga diketahui korban tewas bukan karena membenturkan kepalanya sendiri.
"Kami buktikan, apa yang disampaikan oleh anggota yang menyampaikan dia membentur-benturkan kepala itu tidak benar," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bripda-pirman-duduk.jpg)