Berita Viral

Terungkap Motif Bripda Pirman Hajar Bripda DP di Aspol, Ogah Dipanggil Senior, Korban Malah Dipukuli

Perkembangan pengusutan kasus tewasnya Bripda Dirja Pratama (DP) yang dianiaya seniornya.

Editor: Salomo Tarigan
Via Tribuntimur.com
TEWAS DIANIAYA SENIOR - Foto yang diterima Tribun-Timur.com, Bripda Pirman duduk jongkok bersandar menemani Bripda DP yang terbaring sedang dirawat. Raut wajahnya bak dipenuhi penyesalan. Bripda DP akhirnya meninggal 

Ringkasan Berita:Kasus Tewasnya Bripda Dirja Pratama
 
  • Terungkap motif pemukulan yang dilakukan Bripda Pirman pada juniornya tersebut.
  • Bripda Dirja Pratama dihajar senior di asrama polisi.
  • Awalnya Bripda DP ditemukan dalam kondisi pingsan, sebelum meninggal.
  • Kapolda Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan adapun latar belakangnya karena masalah hirarki antara senior dan junior.
  • Senior marah karena junior dipanggil tidak mau menghadap. Korban dipukuli

 

TRIBUN-MEDAN.com - Perkembangan pengusutan kasus tewasnya Bripda Dirja Pratama (DP) yang dianiaya seniornya.

Bripda Dirja Pratama dihajar senior di asrama polisi.

Awalnya Bripda DP ditemukan dalam kondisi pingsan, sebelum meninggal.

Terungkap motif pemukulan atau penganiayaan yang dilakukan Bripda Pirman pada juniornya tersebut.

Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan adapun latar belakangnya karena masalah hirarki antara senior dan junior.

TANGIS HISTERIS – Ibu Bripda DP menggenggam erat tangan Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro sambil menangis histeris saat melayat di rumah duka di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Senin (23/2/2026). Ia meminta Kapolda mengusut tuntas dugaan penganiayaan terhadap putranya.
TANGIS HISTERIS – Ibu Bripda DP menggenggam erat tangan Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro sambil menangis histeris saat melayat di rumah duka di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Senin (23/2/2026). Ia meminta Kapolda mengusut tuntas dugaan penganiayaan terhadap putranya. (TRIBUN MEDAN/Tribun Timur/Rachmat Ariadi)

"Motifnya masalah hirarki (senior-junior)" kata Djuhandhani saat dihubungi, Rabu (25/2/2026).

Mantan Dirtipidum Bareskrim Polri ini menyebut kala itu, Bripda Dirja tidak menghadap ke Bripda Pirman selaku seniornya ketika dipanggil.

Hal tersebut yang membuat pelaku naik pitam hingga akhirnya melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Senior marah karena junior dipanggil tidak mau menghadap dan saat salat subuh dijemput lalu dipukuli," ucapnya.

POLISI  DIANIAYA - Jenazah Bripda Dirja Pratama alias DP (19) saat berada di depan ruang jenazah RSUD Daya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar Minggu (22/2/2026). Polisi muda tersebut ditewas diduga alami kekerasan fisik oleh seniornya
POLISI DIANIAYA - Jenazah Bripda Dirja Pratama alias DP (19) saat berada di depan ruang jenazah RSUD Daya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar Minggu (22/2/2026). Polisi muda tersebut ditewas diduga alami kekerasan fisik oleh seniornya (TRIBUN MEDAN/Muslim emba/tribuntimur)

Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkap kecurigaan saat jajarannya melakukan pemerikasan terhadap tersangka.

"Laporan awal yang kami terima, yang bersangkutan meninggal karena membentur-benturkan kepala. Itu pertama kita mendengar laporan," kata Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dikutip, Selasa, (24/2/2026).

Meski begitu, kata Djuhandhani, pihaknya tidak langsung percaya atas laporan yang diterima tersebut.

Pihaknya pun melakukan penyelidikan dengan metode scientific crime investigation sehingga diketahui korban tewas bukan karena membenturkan kepalanya sendiri.

"Kami buktikan, apa yang disampaikan oleh anggota yang menyampaikan dia membentur-benturkan kepala itu tidak benar," tuturnya.

Lebam di Tubuh Korban

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved