Berita Viral

KABAR Terbaru Rencana Impor 105 Ribu Mobil Penunjang Program Koperasi Merah Putih

Kabar terbaru rencana impor 105 ribu unit mobil operasional untuk menujjang program  Koperasi Merah Putih.

Editor: Salomo Tarigan
ChatGPT
KOPERASI MERAH PUTIH- Ilustrasi ini dibuat menggunakan aplikasi kecerdasan buatan atau AI. Ilustrasi ini menggambarkan Koperasi Desa Merah Putih yang bakal dibuat di tiap desa Indonesia. 

Ringkasan Berita:Kendaraan Penunjang Program Koperasi Merah Putih
 
  • Impor meliputi 35.000 unit mobil pikap 4x4 dari Mahindra & Mahindra, serta 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan telah meminta pemerintah untuk menunda rencana impor 105 ribu unit mobil operasional 
  • Presiden Prabowo Subianto akan membahas detail rencana impor kendaraan tersebut, setelah pulang dari kunjungan kerja luar negeri.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Kabar terbaru rencana impor 105 ribu unit mobil operasional untuk menunjang program  Koperasi Merah Putih.

Pengadaan kendaraan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tersebut sempat dikritik Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Adisatrya Suryo Sulisto.

Teranyar, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan telah meminta pemerintah untuk menunda rencana impor 105 ribu unit mobil operasional asal India tersebut.

PRABODO DAN DASCO - Presiden Prabowo Subianto dan Sufmi Dasco Ahmad
PRABODO DAN DASCO - Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Kolase Tribun Medan/Istimewa)

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dasco menyebut Presiden Prabowo Subianto akan membahas detail rencana impor kendaraan tersebut, setelah pulang dari kunjungan kerja luar negeri.

Menurutnya, presiden juga akan menanyakan kesiapan perusahaan otomotif dalam negeri, apakah bisa untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional Kopdes Merah Putih.

"Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri," ucapnya.

"Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," pungkasnya.

Sebagai informasi, PT Agrinas saat ini tengah mengimpor 105.000 unit kendaraan dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Impor tersebut meliputi 35.000 unit mobil pikap 4x4 dari Mahindra & Mahindra, serta 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.

Impor Skala Besar Dikritik

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Adisatrya Suryo Sulisto, mengkritisi kebijakan pemerintah melalui BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara .

Pihak Agrinas menyebut pemilihan produsen asal India tersebut didasarkan pada kemampuan pasokan dalam jumlah besar, harga yang dinilai kompetitif, serta kesiapan unit dalam waktu cepat sesuai kebutuhan program nasional.

Namun, Adisatrya menilai langkah impor dalam skala besar itu tidak sejalan dengan agenda penguatan industri nasional.

 Ia menegaskan industri otomotif dalam negeri memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional program tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved