Berita Viral
Kronologi Versi Keluarga dan Polisi Kasus Siswa SMP Tewas Dianiaya Oknum Brimob, Bripda MS Bohong
Mereka hendak menanyakan kronologi dan penyebab luka pada AT. Sayangnya, tak ada petugas yang mengaku.
TRIBUN-MEDAN.com - Ayah dari AT (14) siswa SMP yang tewas dianiaya Bripda MS anggota Brimob di Maluku mengungkapkan banyak upaya kebohongan dari pelaku.
Rijik Tawakal (48) mengungkapkan bahwa pertama kali mendapatkan informasi bahwa anaknya tewas kecelakaan.
Namun setelah curiga, ternyata anaknya tewas dipukul anggota Brimob.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/2/2026) pagi. Kala itu, Rijik hendak mandi untuk berangkat bekerja.
Dalam kesehariannya, ayah empat anak tersebut menghidupi keluarganya dengan menjadi sopir angkutan antar kota di Tual, Maluku.
Namun, saat hendak ke kamar mandi, dua anak lelakinya, NKT (15) dan AT meminta izin untuk pergi ke pusat kota.
Kebetulan, hari itu mereka sedang libur sekolah karena bertepatan dengan awal bulan Ramadhan 2026.
Rijik sempat tidak memberikan izin kepada anak-anaknya.
Sebab, jalanan di Kota Tual memang selalu ramai setiap Ramadhan tiba.
Meski demikian, Rijik tak menyampaikan alasannya karena keburu masuk ke kamar mandi.
Larangan itu kemudian tak digubris oleh dua anaknya. Dua anak itu tetap keluar mengendarai sepeda motor menuju ke pusat kota.
Tak berselang lama, NKT pulang ke rumah dalam kondisi terluka.
Dia mengaku bahwa adiknya, AT dipukul oleh anggota Brimob.
”Tangannya sakit. Dia juga bilang AT dipukul Brimob. Saya kaget, tetapi awalnya mengira hanya dipukul biasa," kata Rijik, dilansir dari Kompas.com, Minggu, (22/2/2026).
Mendengar kabar tersebut, Rijik segera bergegas ke lokasi kejadian yang ternyata jaraknya hanya 1 kilometer (km) dari rumahnya.
| Wali Kota Christian Widodo Akan Tindakan Tegas Dua Lurahnya Jika Terbukti Berselingkuh |
|
|---|
| CUCU Gorok Leher Neneknya Hingga Tewas di Kabupaten Siak Cuma Gegara Ingin Uang Rp 15 Juta |
|
|---|
| Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Selingkuh dengan Pak Lurah, Ujungnya Babak Belur Dihajar Keluarga |
|
|---|
| DUA Anak Meninggal Dunia Dengan Indikasi Penyakit Campak, RSUDAM Lampung: Belum Pernah Imunisasi |
|
|---|
| NASIB Dua Lurah Dianiaya Keluarga: Riki Therik dan Lady D Amatae Babak Belur, Terciduk Selingkuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/brimob-maluku-tribunmedan.jpg)