Berita Viral

Kontroversi Insentif Rp6 Juta Per Hari untuk Setiap SPPG dalam Program MBG: Bisnis atau Kepedulian?

Insentif Rp6 juta per hari yang diberikan kepada setiap pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memicu gelombang kritik

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Zakki Amali @ZakkiAmali
Insentif fantastis sebesar Rp6 juta per hari yang diberikan kepada setiap pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memicu gelombang kritik dan pro-kontra yang tak kunjung reda. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi sorotan tajam publik.

Insentif fantastis sebesar Rp6 juta per hari yang diberikan kepada setiap pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memicu gelombang kritik dan pro-kontra yang tak kunjung reda.

Apakah ini bentuk apresiasi pemerintah terhadap pelayanan publik atau justru ladang bisnis yang menyedot dana negara?

Insentif Rp6 Juta: Apakah Layak atau Berlebihan?

Badan Gizi Nasional menetapkan insentif Rp6 juta per hari sebagai kompensasi tetap bagi SPPG yang memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dan fasilitas yang ditetapkan.

Namun, mekanisme pemberian insentif ini berbasis ketersediaan fasilitas, bukan output atau jumlah porsi makanan yang disalurkan.

Artinya, dapur yang sudah siap beroperasi, meski belum melayani banyak penerima manfaat, tetap menerima insentif penuh.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengingatkan agar pengelola tidak menyalahgunakan insentif ini.

"Anda jangan keenakan dengan insentif besar ini. Sudah dapat insentif Rp6 juta per hari kok malah ongkang-ongkang," tegasnya.

Pro dan Kontra dari Pengelola SPPG

Tidak semua pengelola sepakat dengan skema ini.

Beberapa merasa insentif yang diberikan tidak adil, terutama bagi mereka yang telah berinvestasi besar dalam membangun fasilitas dapur yang memadai.

"Masa saya sudah bangun dapur 400 meter persegi di tahap pertama disamakan dengan dapur-dapur sekarang yang kurang dari luas tersebut," keluh beberapa pengelola kepada Nanik Sudaryati Deyang.

BGN menegaskan akan melakukan evaluasi dan penilaian independen untuk memastikan keadilan dalam pemberian insentif. Dapur yang tidak memenuhi standar akan dipangkas insentifnya.

Kritik Publik dan Sorotan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved