Berita Viral

KISAH PILU Siswa SMP Bandung Barat Dibunuh Teman Penyuka Sesama Jenis, Pelaku Marah Korban Menjauh

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra mengungkapkan kronologi dan motif pembunuhan siswa SMP di Bandung Barat.

|
TRIBUN MEDAN
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra mengungkapkan kronologi dan motif pembunuhan siswa SMP di Bandung Barat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra mengungkapkan kronologi dan motif pembunuhan siswa SMP di Bandung Barat

Siswa SMP inisial ZAAQ (14) tewas dibunuh dan mayatnya dibuang di bekas area wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Korban dibunuh pada 9 Februari 2026.  

Kisah ini bermula di Kabupaten Garut, tempat di mana ZAAQ dan pelaku YA menjalin pertemanan karena sempat berada di sekolah yang sama.

Keduanya sudah memiliki hubungan yang cukup dekat.

“Pelaku di Garut juga sempat mempunyai hubungan, saling kenal. Hubungan mereka seperti kakak dan adik,” ujar Niko, Senin (16/2/2026).

Namun, kedekatan tersebut ternyata menyisakan cerita berbeda bagi pihak keluarga korban.

Kakek korban yang bernama Undang mengungkapkan bahwa hubungan cucunya dengan YA sebenarnya jauh dari kata harmonis.

Berdasarkan cerita sang cucu, ZAAQ justru kerap menjadi korban perundungan oleh YA saat masih di Garut.

"Kedekatannya, teman sih bukan teman. Yang sering saya dengar dari cucu saya, cucu saya sering dipalakin, kan satu sekolah di Al Ghifari. Dibully," ungkap Undang.

Baca juga: Masih Kupak-kapik, Rico Waas Dorong Percepatan Revitalisasi Stadion Teladan, Bidik Venue AFF U-20

Baca juga: POLISI Ungkap Status dan Peran Polwan Aipda Dianita Agustina yang Diperiksa Kasus Narkoba AKBP Didik

Kekhawatiran keluarga semakin memuncak ketika muncul dugaan mengenai tabiat pelaku.

Undang menyebut pihak keluarga merasa waswas dengan perilaku YA yang diduga memiliki ketertarikan pada sesama jenis berdasarkan informasi dari pihak sekolah.

"Yang diduga pelaku ini ada kelainan, kayak istilahnya laki-laki suka laki-laki, dari hasil informasi guru-guru sekolah," tandasnya.

Karena alasan itulah, keluarga memutuskan mengambil langkah tegas dengan memindahkan ZAAQ dari Garut ke Kota Bandung demi menghindar dan memutuskan kontak dengan YA.

Keluarga bahkan sudah menginstruksikan langsung kepada YA dan orang tuanya agar tidak lagi menghubungi atau mendatangi ZAAQ.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved