Berita Viral

PANAS LAGI, Dokter Tifa Klaim Ada 6 Versi Ijazah Jokowi, Diteliti 3 Tahun: Belum Pernah Disampaikan

Jelang bulan Ramadan, Dokter Tifa mengungkapkan ada enam versi ijazah Joko Widodo. 

Warta Kota/Ramadhan LQ
KASUS IJAZAH PALSU - Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (11/7/2025). Kedatangan Dokter Tifa itu adalah untuk mengklarifikasi penyelidik Polda Metro Jaya terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo, Kamis (10/7/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Jelang bulan Ramadan, Dokter Tifa mengungkapkan ada enam versi ijazah Joko Widodo. 

Hal ini sengaja diungkap jelang bulan puasa. 

Dokter Tifa mengaku selama tiga tahun meneliti ijazah Jokowi lewat salinan yang dikeluarkan Universitas Gadjah Mada (UGM).  

Semua itu diungkap dokter Tifa dalam konpers yang ditayangkan Kompas TV, Senin (16/2/2026).

"Dua hari menjelang Ramadan, Jadi kami akan menyampaikan beberapa detail terkait dengan ijazah Joko Widodo ini yang selama 3 tahun kami jadikan sebagai kajian penelitian kami. Banyak detail-detail yang akan saya sampaikan, yang belum pernah kami sampaikan selama ini. Sengaja kami simpan sampai spesimen yang terakhir itu keluar," kata dokter Tifa.

Menurut Dokter Tifa, spesimen pertama yang disebut sebagai ijazah resmi Joko Widodo muncul pada 20 Oktober 2022. 

Dokumen tersebut, katanya, dirilis secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) saat itu dalam bentuk fotokopi ukuran A3.

Ia menekankan bahwa ukuran A3 memang sama dengan format ijazah asli sarjana UGM.

Namun, menurutnya, kesamaan ukuran tidak serta merta membuktikan bahwa fotokopi tersebut berasal dari ijazah asli.

"A3 itu format yang sama dengan aslinya ijazah asli yang dikeluarkan oleh Universitas Gadjah Mada untuk program sarjana. Tetapi bukan berarti bahwa fotokopi ijazah ini adalah fotokopi yang berasal dari ijazah asli. Bukan berarti begitu," katanya.

"Kenapa? Karena pada detail-detail yang ada pada ijazah inilah yang saya secara independen, secara pribadi, itu membuat saya menjadi tercengang waktu itu. Karena saya adalah peneliti perilaku epidemiologi perilaku neuroscience behavior," ujar Tifa.

Dalam fotokopi versi 2022 itu, ia mengklaim terdapat dua ciri utama: adanya lipatan pada dokumen serta noktah atau bleberan tinta pada logo UGM.

Awalnya, ia menyebut noktah tersebut kemungkinan bagian dari elemen gambar seperti tumbuhan kopi atau teh, tetapi kemudian menyimpulkan itu adalah bleberan tinta akibat faktor usia.

Dokter Tifa mengatakan hipotesis tersebut diperkuat setelah timnya membandingkan dengan ijazah asli lulusan Kehutanan UGM tahun 1985 milik almarhum Bambang Rudi Harto.

Menurutnya, pada dokumen berusia sekitar 40 tahun, tinta logo UGM memang dapat memudar dan melebar (bleber).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved