Berita Viral

ALASAN Todo Siagian yang Malah Somasi Korban Penganiayaan Gegara Tegur Suara Bising Drum Tetangga

Penganiayaan yang dialami Darwin gara-gara menegur suara bising drum tetangganya viral di media sosial

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Darwin (32) korban penganiayaan oleh tetangganya akibat menegur suara berisik drum sedang menjelaskan kronologi kejadian kepada polisi di Jalan Dahlia III, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (9/2/2026)(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo) 

TRIBUN-MEDAN.com - Penganiayaan yang dialami Darwin (32), warga Jalan Dahlia III, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, gara-gara menegur suara bising drum tetangganya viral di media sosial (medsos). 

Di tengah proses hukum yang berjalan di kepolisian, Darwin justru menerima somasi dari pemilik kantor hukum Digit Lawfirm, Todo Siagian, yang juga merupakan kerabat dari salah satu pelaku penganiayaan berinisial D.

Somasi tersebut dilayangkan lantaran Todo merasa nama baik dirinya dan kantor hukumnya tercemar akibat terseret dalam narasi video viral penganiayaan tersebut.

"Saya somasi langsung tadi pagi si Darwin itu, korban itu, karena dia membawa-bawa kantor pengacara saya di video," ucap Todo, Senin (9/2/2026) malam. 

Todo mengaku keberatan karena dalam video yang beredar luas di media sosial, kantor hukumnya dikaitkan sebagai tempat kerja pelaku penganiayaan. 

Dalam video tersebut, terlihat jelas plang atau papan nama Digit Lawfirm terpasang di lokasi kejadian yang juga merupakan rumah milik pelaku. 

Padahal, Todo menegaskan bahwa dirinya maupun kantor hukumnya sama sekali tidak terlibat dalam insiden penganiayaan tersebut. 

"Saya keberatan sekali. Saya tidak pernah terlibat, ini menyangkut nama baik kami. Saya tegaskan tidak tahu-menahu," ujarnya. 

Ia juga membantah keras anggapan bahwa kedua pelaku penganiayaan, baik ayah maupun anak, merupakan bagian dari firma hukumnya.

"Bukan, itu dia (pelaku) sama sekali bukan anggota Digit Lawfirm. Itu bukan kantor kami, kami tidak pernah berkantor di sana," kata Todo. 

Menurut Todo, pelaku berinisial D hanya memiliki hubungan keluarga jauh satu marga dengannya dan berprofesi di bidang teknologi informasi (IT), bukan sebagai pengacara. 

"Jadi intinya gini. Saya tidak tahu persoalan itu awalnya apa terjadinya. Jadi yang bersangkutan (penghuni rumah/pelaku) itu hanya hubungan keluarga saja satu marga, bukan bagian dari Digital (Lawfirm)," jelasnya. 

Meski demikian, Todo mengaku telah meminta kerabatnya itu untuk segera menyelesaikan persoalan hukum tersebut tanpa menyeret nama dirinya maupun kantor hukum yang ia dirikan. 

"Sudah, saya bilang selesaikan saja, enggak bagus ini karena membawa nama Digit, karena saya membangunnya kan lama juga. Hubungan keluarganya pun hanya karena kesamaan marga saja, bukan saudara dekat," ucap Todo. 

Todo menyebut, sejak video penganiayaan itu viral dan memperlihatkan plang Digit Lawfirm, dirinya menjadi sasaran kemarahan warganet. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved